Gelar Seni Budaya Daerah Jawa Timur 2019 Kabupaten Kediri

Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) dari Kabupaten Kediri dengan tema ”Kediri Bumi Panji Amestuti Budaya Leluhur, Angesthi Misuwur” hadir di Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali 85 Surabaya, Jumat dan Sabtu (12-13/4/2019).

Selain dramatari dan ketroprak juga disajikan Tari Gambyong Dhoko, Jaranan serta pameran produk unggulan serta bazaar kuliner khas Kediri.

Gambar mungkin berisi: 1 orang
Pembacaan Astungkara, sebuah lantunan doa keselamatan dalam bahasa Jawa. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang berdiri dan orang di panggung
Tari Gambyong Dhoko. Foto Dok./TBJT

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Sinarto, S.Kar, MM, menuturkan bahwa Kabupaten Kediri memang dikenal sebagai Bumi Panji. Dari Kedirilah Cerita Panji berasal dan kemudian tersebar ke seluruh penjuru nusantara bahkan ke beberapa negara di Asia Tenggara. Naskah-naskah Cerita Panji yang tersimpan di perpustakaan nasional, Malaysia, Kamboja, Inggris dan Belanda telah diakui sebagai Memory of the World (MoW) oleh Unesco. Hal ini tentunya harus disertai dengan upaya pengembangan, pemanfaaatan dan pembinaan sebagaimana amanat dalam UU tentang Pemajuan Kebudayaan.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri
Pertukaran cinderamata antara Pemkab Kediri dan Pemprov. Jatim yang dalam hal ini diwakili oleh Bupati Kediri dan Kadisbudpar Prov. Jatim. Foto dok./TBJT

Acara yang dimulai dari Jumat malam itu diawali dengan sajian suguhan Gambyong Dhoko, yaitu sebuah tarian yang terinspirasi dari upacara bersih desa di desa Dhoko karena pada acara tersebut harus terkumandang gending eling eling, sekar gadung dan gunungsari.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang di panggung dan orang berdiri
Persembahan lagu daerah Sonjo Kediri. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang menari, orang di panggung dan orang berdiri
Tari Cundrik Asmarantaka. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 6 orang
Drama Tari dengan lakon “Sumilak Prahara Bumi Jenggala”. Foto Dok./TBJT

Setelah lantunan lagu daerah “Sonjo Kediri” dilanjutkan Tari Cundrik Asmarantaka, yang mengisahkan Sang Panji Asmarantaka sebagai penyamaran dari Dewi Candra Kirana yang merupakan sosok satria sejati, pemberani dan sakti mandraguna. Berkelana dengan cundrik di tangan yang menunjukkan dirinya sebagai kodrat wanita. Bersikap tangkas dan terampil untuk mencari kebenaran dan memberantas kejahatan. Tak gentar walaupun banyak rintangan. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Semua yang menghalangi ia hadapi.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang di panggung dan dalam ruangan
Lomba drumband tingkat PAUD se-Kota Surabaya. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 1 orang, di panggung
Pergelaran Jaranan. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Iwan Bounder, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan
Penyerahan cinderamata foto mozaik tokoh Cak Durasim Oleh PLT. Kepala Taman Budaya Jatim kepada Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Kab. Kediri. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang di panggung dan orang berdiri
Persembahan tari Gambyong Pareanom. Foto Dok./TBJT
Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri
Pergelaran Kethoprak dengan lakon “Katresnaning Candrakirana”. Foto Dok./TBJT

Pada hari kedua dilanjutkan dengan lomba drumband tingkat PAUD se kota Surabaya pada pagi sampai siang kemudian dilanjutkan Pergelaran Jaranan khas Kediri. Pada malam harinya ditutup dengan pergelaran ketoprak dengan judul “Katresnaning Candrakirana”. Sebelum pergelaran ketoprak dimulai diawali dengan tari Gambyong sebagai tarian pembuka. (san)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.