Hantu Bungalow

Sabtu, 28 November 2020, bertempat di Pendapa Jayengrana Taman Budaya Jatim, grup lawak Marsudi Laras dari kota Surabya tampil mengisi acara Dagelan Online (Dageline). Disiarkan langsung melalui chanel youtube Cak Durasim milik Taman Budaya. Grup Marsudi Laras diketuai oleh Hartatok dan bermarkas di Asem Jajar 36 Surabaya.

Hantu bungalow ternyata bertopi merah anak dari pemilik bungalow yang agak ideot. (Foto dok. TBJT)

Dengan mengusung cerita Hantu Bungalow, grup lawak Marsudi Laras tampil satu jam lebih. Personil yang memerankan cerita Hantu Bungalow diantaranya, Agung. Arista, Mat Bei, Nasir dan Isnu Vernia. Cerita Hantu Bungalow mengisahkan tentang keberadaan sebuah bungalow yang pada awalnya ramai pengunjung kemudian menjadi sepi karena wabah pandemi covid-19 yang melanda.

Untuk mengatasi kondisi yang sepi pengunjung, pemilik bungalow mengundang seorang dukun untuk membuat bungalow menjadai ramai kembali. Usaha berhasil dan turis dari berbagai negara banyak yang berdatangan. Ketika itulah ketenangan para pengunjung bungalow terganggu karena keusilan seseorang yang berniat menakut-nakuti para pengunjung. Para pengunjung lari berhamburan meninggalkan bungalow karena mengira itu adalah ulah hantu sehingga bungalow dianggap angker kurang nyaman untuk mereka.

Hartatok, Ketua merangkap sutradara grup lawak Marsudi Laras. (Foto dok. TBJT)

Dipanggil kembalilah sang dukun untuk menelisik keberadaan sosok yang mengganggu itu. Makhluk yang dianggap hantu itu akhirnya tertangkap dan ternyata bukan hantu tapi anak laki-laki pemilik bungalow yang agak ideot. Tiap adegan cerita dibawakan dengan jok-jok segar yang cukup menghibur para penonton.

Menurut Hartatok ketua sekaligus sutradara, pesan moral yang akan disampaikan pada cerita ini adalah Kepariwisataan itu perlu ditingkatkan pelayanannya supaya para turis bisa kerasan dan senang menikmati destinasi pariwisata yang ada di Indonesia. Upaya peningkatan tersebut salah satu diantaranya adalah mengelola bungalow dengan sebaik mungkin sebab bila bungalow tidak dikelola dengan baik akan membuat para turis tidak amu menginap dan efeknya bisa membuat lesu kondisi kepariwisataan.

Grup lawak Marsudi Laras muncul dari gabungan dua grup lawak Kasas dan Plasma. Disamping mengembangkan bentuk seni dagelan atau lawak juga memainkan seni teater tradisi ludruk. Keanggotaannya terdiri dari para pelajar, Mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum. (san)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.