Ludruk Karya Budaya Kota Mojokerto Lakon: Suminten Edan

Taman Budaya Provinsi Jawa Timur pada Sabtu, 22 Juni 2019 menggelar ludruk dengan lakon Suminten Edan dimainkan oleh grup ludruk Karya Budaya kota Mojokerto yang diketuai oleh Edy Karya. Pergelaran berlangsung meriah penonton berjubel memenuhi gedung kesenian cak Durasim. Gedung kesenian dengan kapasitas kursi 412 tidak muat, banyak penonton duduk di sepanjang tangga balkon, bahkan sampai duduk lesehan di depan panggung pertunjukan. Karena jumlah penonton yang melebihi kapasitas, pihak Taman Budaya berisiatif memasang layar lebar di pendapa Jayengrana melalui tayangan video, itupun penonton penuh sesak sehingga kursi yang disediakan tidak muat hingga banyak penonton yang duduk di lantai.

Suminten, menanggung tekanan batin yang amat berat sehingga membuatnya gila. Foto dok./TBJT.

Fenomena yang luar biasa untuk sebuah pertunjukan teater tradisi yang diselenggarakan oleh Taman Budaya. Harus diakui bahwa idiom yang mengatakan bahwa ludruk telah mati suri ternyata tidak benar adanya, terbukti dengan membludaknya penonton ketika pihak Taman Budaya menggelar pertunjukan ludruk Karya Budaya ini. Penonton begitu antusias untuk ingin menghadiri dan mengapresiasi ludruk dengan lakon Suminten Edan ini. Tempat duduk yang tersedia 412 hampir separo yang jauh hari diindent oleh penonton, andai dibebaskan untuk diindent sebelumnya kemungkinan besar akan habis kursi terpesan.

Nama ludruk Karya Budaya memang membawa gaung tersendiri bagi masyarakat pecinta seni tradisi khususnya ludruk. Ludruk pimpinan Edy Karya ini tercatat sebagai Ludruk paling laris tanggapannya di kawasan masyarakat arek dan barangkali di Jawa Timur. Dengan konsep pertunjukan yang digarap serius tapi full humor para penonton dibuat terpesona hingga tak melewatkan jalannya pertunjukan sampai akhir.

Penyerahan piagam penghargaan oleh Kadisbudpar Prov. Jatim kepada pimpinan Ludruk Karya Budaya cak Edy Karya.
Foto Dok./TBJT.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto, S.Kar., MM. Yang dalam petikan sambutannya Sinarto mengatakan bahwa ludruk adalah salah satu kesenian yang menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur, ludruk tidak gampang disentuh oleh orang yang paham tentang ludruk karena tidak ada sekolah yang secara khusus mengajarkan tentang ludruk, diharapkan ada semacam pertemuan para pimpinan, sutradara, pemain, pengrawit dan seluruh pendukung kesenian ludruk untuk membuat suatu tahapan-tahapan tertentu untuk meningkatkan kualitas pertunjukan ludruk yang ada di Jawa Timur. Sinarto juga berharap agar ludruk juga mampu menarik penonton dari kalangan milenial yang pada saat sekarang cenderung kurang begitu menyukai kesenian ini. Harapan selanjutnya Sinarto mengatakan agar kiranya Taman Budaya bisa menjadi rumah kedua bagi para seniman ludruk, dalam arti sebagai tempat untuk mengedukasi diri terutama untuk meningkatkan kemampuan berkesenian para seniman agar ludruk lebih bisa diterima oleh masyarakat.

Tari Bedayan. Foto dok./TBJT.

Pertunjukan diawali dengan tari Bedayan yang dibawakan oleh sembilan orang penari travesthi (transgender) yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Kemudian dilanjutkan dengan tari remo gaya putra/putra yang dibawakan oleh 3 pasang penari, ada sebuah inovasi baru yang dimunculkan dalam tarian ini yakni remo gaya putra/putri masing-masing dibawakan oleh 3 orang penari. Tidak seperti pada ludruk konvensional biasa yang biasanya tari remo hanya ditarikan oleh satu orang penari remo gaya putra. Terasa lebih menarik dan terkesan meriah ketika pembawaan tari remo disajikan dalam format 3 pasang penari.

Tari Remo. Foto dok./TBJT.

Warok Suromenggolo adalah salah satu warok yang terkenal kesaktiannya dan sifatnya yang ksatria. Di kisahkan pada zaman dulu Kadipaten Trenggalek rusuh dan tidak tentram karena sering terjadi pencurian, perampokan dan keonaran. Adipati Trenggalek meminta tolong seorang Warok bernama Gunaseco untuk menumpas para permbuat onar tersebut dan berhasil. Kadipaten Trengalek kembali tentram dan damai. Sebagai tanda terima kasih, Adipati Trenggalek memberikan hadiah dan ganjaran kepada warok Gunoseco bahkan anak Gunoseco yang bernama Roro Suminten diangkat menjadi menantu dan akan dipersandingkan dengan putra Sang Adipati yang bernama Raden Subroto.

Memed, ikon dagelan Ludruk Karya Budaya yang super kocak. Foto dok./TBJT.

Tetapi, diam-diam Raden Subroto menghilang dari kadipaten karena dia tidak bersedia menjalani perkawinan dengan Roro Suminten. Akibatnya, warok GGunoseco dan kerabat yang telah menyiapkan pesta perkawinan sangat terpukul, bahkan Roro Suminten, calon pengantin menjadi gila.
Dalam pengembaraannya, Raden Subroto bertemu dengan Roro Warsiyani (Cempluk), anak Ki Suromenggolo, Warok dari Desa Ngampel keduanya pun saling jatuh cinta. Ki Suromenggolo senang menerima lamaran Raden Subroto, kemudian keduanya dipersandingkan menjadi suami isteri.

Warok Suro Gentho, adik seperguruan Gunoseco yang sebenarnya mencintai Cempluk merasa sakit hati melihat Cempluk bersanding bahagia. Dalam liputan dendam, Suro Gentho menghasut warok senior Singo Kobro asal Badegan untuk menghancurkan warok Suromenggolo. Terjadi pertarungan antara warok Suromenggolo dan warok Singo Kobro dan warok Suromenggolo tidak mampu menhadapi kesaktian warok Singo Kobro. Diatur siasat agar menantu Suromenggolo yang mengatasi kesaktian warok Singo Kobro, karena kesukaan warok Singo Kobro pada pria tampan akhirnya Singo Kobro mau mengungkap penyebab kematiannya pada Raden Subroto. Warok Singokobro akhirnya tewas oleh Raden Sumitro.

Hasutan warok Surogentho pada warok senior Singo Kobro yang membuat huru hara. Foto.dok./TBJT.

Suminten yang dalam kondisi gila akhirnya bisa disembuhkan oleh warok Suromenggolo. Adegan ditutup dengan suasana yang penuh keharuan. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.