Parade Jaranan Virtual 2020 Ragam Kesenian Jawa Timur

Pandemi covid 2019 memutuskan relasi-relasi sosial menyebabkan kegiatan ekonomi masyarakat macet. Banyak seniman tidak dapat menjalani profesinya karena terdampak pencanangan phisycal distancing. Pelarangan terhadap diselenggarakannya keramaian melibas pertunjukan seni, hajat sosial budaya, dan hajat sosial keagamaan. Oleh karena muncul tantangan baru bagi seniman seni pertunjukan untuk mendesain produknya dalam berbagai media baik yang berbasis media sosial maupun non media sosial.

Jaran Bodhag dari Kabupaten Probolinggo. Foto dok./TBJT

Di tengah terpuruknya produktivas, bisnis on line melalui medsos mengalami pertumbuhan yang membaik dan menjadi salah satu peluang bagi terbukanya desain produk seni pertunjukan rakyat. Diharapkan peluang tersebut dapat memberikan salah satu kanal yang memberikan harapan baru untuk memperbaiki keterpurukan ekonomi di masa mendatang. Untuk itu diperlukan sebuah wadah kegiatan yang dapat menjadi peluang bagi tumbuhnya produktivitas seni yang memiliki nilai ideologis dan nilai ekonomi yang  berimbang.

Melalui kegiatan ini disamping mengangkat peluang menghidupkan kembali kesenian tradisi dalam kreativitas dalam ragam seni hal ini kesenian Jaranan untuk berkiprah melalui media daring, juga mendokumentasikan berbagai bentuk jaranan yang ada di Jawa Timur.

Pemberian Piagam Penghargaan oleh Kepala Taman Budaya kepada salah satu pimpinan grup jaranan. Foto.dok./TBJT.

Tujuan diselenggarakanya acara:

  • Membangkitkan kreativitas dan produktivutas seniman / komunitas jaranan;
  • Meningkatkanke trampilan kemas seniman jaranan dalam menjawab tantangan millenial;
  • Melestarikan tradisi tari dalam pertunjukan jaranan di Jawa Timur;
  • Mencari alternatif ekonomi kreatif tradisi jaranan berbasis bisnis virtual.

Kegiatan yang diselenggarakan berupa apresiasi penampilan / penyaian seni jaranan yang telah digarap secara kreatif dengan tetep menonjolkan ciri khas daerah serta dilakukan pula diskusi online / daring hasil amatan terkait perkembangan alih media kesenian tradisional (jaranan). Peserta yang mengikuti parade sebanyak 7 (tujuh) Sanggar Seni Jaranan yang ada di Jawa Timur yang telah dipilih oleh Pengamat Seni Jaranan yang ditunjuk oleh penyelenggara. Adapun ragam materi kesenian jaranan yang ditampilkan antara lain :

  1. Seni Jaranan Turonggo Yakso, Trenggalek;
  2. Seni Jaranan Buto, Banyuwangi;
  3. Seni Jaranan Tril Blitar;
  4. Seni Jaranan Sentherewe Tulungagung;
  5. Seni Jaranan Bodhag, Probolinggo;
  6. Seni Jaranan Jawa;
  7. Seni Jathilan Reog Ponorogo .
Jaranan Buto Banyuwangi. Foto dok./TBJT.

Perekaman  dilaksanakan pada tanggal 21 – 26 Juli 2020 dan akan ditampikan pada kanal Youtube Cak Durasim. Dialog Daring, Live Kanal Youtube Cak Durasim dengan Terkait Parade Jaranan yang mengangkat tema “Perkembangan Seni Tradisi, Makna Ritual dan Virtual” yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2020, Narasumber :

  1. R. Djoko Prakoso, M.Sn, staf pengajar STKW Surabaya, pematik sekaligus memaparkan “Seni Jaranan, upaya dan Kreativitasnya dalam Merambah Media Virtual”;
  2. Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Malang, yang membahas “Seni Tradisional Sebagai Sarana Apresiasi dan Hiburan secara Virtual”;
  3. Joko Susanto, S.IP, M.Sc, Fisip Unair Surabaya yang akan memaparkan “Globalisasi dan Strategi Digital Budaya Tradisional”. (san)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.