Ujian Akhir Mahasiswa Jurusan Teater Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Teater atau Drama merupakan seni yang kompleks mengeksplorasi intensitas seniman dalam bentuk emosi dan spektakel (setiap benda yang ada di atas panggung, termasuk aktor, seting, cahaya, proferti, rias dan tata busana). Pementasan teater atau drama merupakan kegiatan yang dapat menumbuhkan jiwa kreativitas dan solidaritas mahasiswa. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa dilatih untuk berkreasi dan bekerjasama. Secara tidak langsung diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kepedulian pada situasi zaman, mengiventarisasi persoalan, dan mencari jalan pemecahan secara arif dan tepat.

Kegiatan ini juga dimaksudkan agar mahasiswa tidak hanya mendapat pengajaran dari kampus saja tetapi juga mengetahui dunia seni sesungguhnya yang akan mereka tempuh dan perlu mendapatkan pengalaman di luar kampus sebagai penyempurnaanya. Pelaksanaan pendidikan di dalam kampus dititikberatkan pada pengembangan kreativitas, pembekalan dasar keahlian dan pengembangan wawasan keilmuan akademik. Selain belajar dikampus mahasiswa juga dapat belajar di lapangan, dengan adanya kegiatan seperti ini mahasiswa jadi lebih mengetahui bagaimana situasi dibidang seni yang sebenarnya. Sebelum melakukan praktik pasti selalu didasarkan pada teori mata kuliah yang sudah diberikan oleh masing-masing dosen pengampu. Tidak hanya pintar diteori, namun mahasiswa juga harus bisa menerapkan teori-teori yang sudah diberikan melalui praktik yang dapat dilakukan dimana mahasiswa menimba ilmu.

Mix karya Lubet. Foto dok./TBJT.

Bertempat di gedung kesenian Cak Durasim, Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya Jurusan Teater, pada 4-5 Agustus 2019 menggelar pertunjukan teater sebagai bagian dari tugas akhir mahasiswa jurusan teater. Ada lima naskah teater yang dipergelarkan sebagai bahan mata ujian yang semuanya murni didukung dan dipentaskan oleh para mahasiswa. Kelima naskah tersebut adalah :

  1. Terdampar karya Slawomir Mrozek, menjadi tugas akhir mahasiswa bernama Mahfud Efendi untuk tugas akhir mata kuliah Artistik Dalam Pertunjukan dan Jaya Tri Manda tugas akhir mata kuliah Penyutradaraan Naskah.
  2. Sindhen karya Heru Kesawamurti, tugas akhir mahasiswa Zakiyah Raisa Bilqis untuk tugas akhir mata kuliah Penyutradaraan Naskah.
  3. Mix karya Lubet, tugas akhir mahasiswa Achmad Lubaidilah untuk tugas akhir mata kuliah Penyutradaraan Naskah.
  4. Dhemit karya Heru Kesawamurti, tugas akhir mahasiswa Sefandi Aprisa S. untuk tugas akhir mata kuliah Penyutradaraan Naskah.
  5. Buto adaptasi naskah berjudul Raksasa karya Putu Wijaya, tugas akhir mahasiswa Ferry Heru Widodo untuk tugas akhir mata kuliah Penyutradaraan Naskah.

Ketika seseorang berbicara tentang teater maka ia akan membicarakan semua elemen yang ada di dalamnya. Berbicara teater tidak hanya berbicara naskah atau sutradara yang merajut proses atau aktor terkenal yang ikut terlibat di dalamnya. Berbicara teater adalah berbicara tentang semua hal yang ada di dalamnya. Hal itu akan menyangkut soal cerita, konsep, ketersampaian cerita, tata rias dan busana, tata panggung dan cahaya, bahkan penonton yang hadir di dalamnya. Pengalaman yang di dapat oleh para mahasiswa dalam rangka memenuhi tugas akhir mata kuliah ini diharapkan menjadi bekal bagi para mahasiswa agar nantinya siap menjadi tenaga terampil yang terjun ke masyarakat dalam upaya pemajuan dan pengembangan kesenian khususnya bidang teater yang mereka pelajari dan praktekkan dalam tugas akhir ini. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.