Berita

Menjaga Marwah Seni dan Budaya: Catatan Kunjungan Kerja Ir. Bambang Haryo Soekartono (BHS) Anggota DPR RI ke Taman Budaya Jawa Timur

Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan aset negara dan pemajuan kebudayaan, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, melakukan kunjungan kerja ke Taman Budaya Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda rutin seorang wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya-Sidoarjo). Lebih dari itu, bagi BHS, politisi yang juga dikenal sebagai pengusaha kapal ferry ini, Taman Budaya adalah etalase peradaban yang harus dijaga marwahnya.

“Sebagai representasi rakyat Surabaya dan Sidoarjo, saya ingin memastikan bahwa ruang ekspresi dan kreativitas seperti Taman Budaya ini tidak hanya berdiri megah secara fisik, tetapi juga hidup secara rohani. Di sinilah ruh kesenian Jawa Timur berdenyut,” ujar BHS di sela-sela peninjauan.

Dalam kunjungannya, BHS berkeliling melihat langsung sejumlah fasilitas utama, mulai dari gedung pertunjukan, galeri seni rupa, hingga ruang-ruang kreatif yang biasa digunakan para seniman untuk berlatih dan berdiskusi. Dengan latar belakangnya sebagai pengusaha di bidang transportasi laut, BHS memiliki perspektif unik tentang pentingnya konektivitas dan aksesibilitas sebuah kawasan budaya.

“Saya melihat potensi besar di sini. Sama seperti kapal yang menjadi jembatan antar pulau, Taman Budaya harus menjadi jembatan antara seniman dengan masyarakat luas. Jangan sampai tempat sebagus ini sepi peminat karena kurangnya promosi atau akses yang sulit,” imbuhnya.

Di hadapan para seniman, Kepala Bidang Kebudayaan, Kepala UPT Taman Budaya dan jajarannya, BHS menyoroti beberapa poin krusial. Pertama, terkait optimalisasi penggunaan ruang publik agar lebih inklusif bagi generasi muda. Menurutnya, era digital menuntut adanya pusat kebudayaan yang instagramable tanpa kehilangan esensi tradisinya. Kedua, ia mendorong adanya kolaborasi lebih erat antara Taman Budaya dengan sektor swasta, termasuk BUMD dan UMKM lokal, agar tercipta kemandirian ekonomi bagi para pelaku seni.

“Anggaran pemerintah terbatas. Kita harus cerdik. Taman Budaya harus bisa menjadi destinasi wisata edukatif yang menghasilkan. Saya siap memfasilitasi agar lebih banyak event nasional dan internasional bisa digelar di sini,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Di sela-sela kunjungannya BHS juga menjanjikan agar Tokoh Cak Durasim yang menjadi ikon nama Gedung Kesenian di Jawa Timur menjadi Pahlawan Kebudayaan. Melalui Kementerian Kebudayaan yang dipimpin oleh Fadli Zon, Bambang akan memperjuangkan tokoh seniman Ludruk yang berjuang mengusir penjajah Jepang lewat perikannya yang terkenal “Pagupon omahe doro melok Nippon tambah sengsoro (Pagupon rumahnya burung dara, ikut Nippon/Jepang tambah sengara) bisa menjadi seorang Pahlawan Kebudayaan.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Kepala UPT. Taman Budaya Jatim mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwiata Provinsi Jawa Timur menyambut baik arahan dan dukungan tersebut. Mereka menyampaikan sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait revitalisasi gedung tua yang memerlukan biaya besar serta kebutuhan akan studio rekaman dan peralatan multimedia yang modern.

Merespons hal itu, BHS menegaskan komitmennya untuk membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat. “Ini bukan hanya soal batu bata dan semen. Ini soal investasi jangka panjang untuk menjaga identitas bangsa. Saya akan dorong agar kebijakan anggaran di Komisi VII lebih berpihak pada pemajuan kebudayaan daerah,” tukasnya.

Kunjungan kerja ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan Taman Budaya Provinsi Jawa Timur sebagai barometer kebangkitan ekonomi kreatif berbasis budaya, yang tidak hanya membanggakan warga Surabaya dan Sidoarjo, tetapi juga Indonesia. (sn)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses