Pergelaran

Pertunjukan Terakhir Manajemen Talenta Teater Ke#6 oleh Komunitas Tombo Ati di Gedung Cak Durasim

(Foto dok. TBJT )

Penampilan kali ini dibawakan oleh Grup Tombo Ati yang dilaksanakan pada 12 September 2026 menjadi penutup kegiatan Manajemen Talenta Teater di UPT Taman Budaya Jawa Timur. Panggung terakhir ini menghadirkan lakon “HAJATAN” yang disutradarai oleh M.Qowiyun Shofi dan melibatkan 37 seniman dalam pementasannya, dengan rentang  usia 5 hingga 70 tahun.

(Foto dok. TBJT )

Lakon “HAJATAN” yang diadaptasi dari naskah Ngenteni Pinggir Terop. Cerita berpusat pada Yudistira dan istrinya, Laras, yang tengah mempersiapkan hajatan sunatan untuk putra mereka. Keinginan Laras untuk menggelar pesta meriah demi menjaga gengsi keluarga membuat Yudistira rela berhutang. Situasi semakin rumit ketika Darmo, mantan calon kepala desa yang kalah dalam pemilihan, mengadakan sunatan massal dengan hiburan yang lebih megah pada hari yang sama. Dari persaingan tersebut, “HAJATAN” menghadirkan gambaran tentang perubahan makna hajatan yang semula menjadi ungkapan syukur dan ruang kebersamaan, tetapi dapat bergeser menjadi ajang gengsi dan pertarungan harga diri.

(Foto dok. TBJT )

Salah satu hal yang menarik dalam pertunjukan ini adalah keterlibatan penonton selama pementasan berlangsung. Pada beberapa adegan, para pemain mengajak penonton untuk berjoget bersama di tengah jalannya cerita. Interaksi tersebut menciptakan suasana yang cair dan membuat jarak antara panggung dan penonton terasa lebih dekat. Penonton pun turut larut dalam suasana yang dibangun para pemain hingga pertunjukan berakhir.

(Foto dok. TBJT )

Di balik lakon yang diangkat, M.Qowiyyudin Shofi selaku sutradara turut menjelaskan makna hajatan yang menjadi gagasan utama dalam pertunjukan. “Sebenarnya hajatan itu wujud syukur, tempat kita berdoa bareng-bareng, gotong royong. Tapi zaman sekarang banyak yang salah kaprah, hajatan dipakai buat pamer, buat gengsi. Ujung-ujungnya, hajatan malah berubah jadi hujatan,” ujar M.Qowiyyudin Shofi. Pementasan Komunitas Tombo Ati mengajak penonton untuk merefleksikan kembali makna hajatan yang tidak hanya berkaitan dengan kemeriahan sebuah pesta, tetapi juga dengan rasa syukur, kebersamaan, dan gotong royong.

(Foto dok. TBJT )

Dalam Penyelenggaraan pergelaran manajemen talenta, Taman Budaya Jawa Timur memfasilitasi tiket pagelaran yang dibagi menjadi beberapa tahap  yaitu sebanyak 26 kursi VIP disediakan melalui program giveaway ticket dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan oleh panitia di media sosial instagram cakdurasim, 119 tiket dibuka secara online yang ada di aplikasi cak durasim, sementara sekitar 210 kursi lainnya dan 75 free seating tersedia melalui penjualan on the spot. Ketersediaan tiket melalui berbagai akses tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan pementasan secara langsung. Pementasan teater mengundang antusias Masyarakat terlihat dari banyaknya penonton yang datang dan mengantri di lokasi, dengan jumlah penonton yang hadir mencapai kurang lebih 800 orang.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Manajemen Talenta Teater 2026 sendiri merupakan program dari Kementerian Kebudayaan yang memberi ruang bagi seniman teater untuk menuangkan gagasan ke panggung pertunjukan. Program ini diawali dengan open call pada Mei 2026, dilanjutkan seleksi, workshop, hingga masterclass. Dari rangkaian tahap tersebut, enam kelompok teater terpilih untuk tampil di panggung terbuka Gedung Cak Durasim, salah satunya Komunitas Tombo Ati yang membawakan lakon “HAJATAN”.

(Foto dok. TBJT )

Berakhirnya rangkaian Manajemen Talenta Teater 2026 melalui pementasan “HAJATAN” oleh komunitas Tombo Ati  tidak lantas menjadi akhir bagi perjalanan para seniman untuk terus berkarya. Kehadiran pementasan teater dirasa mampu menumbuhkan rasa ingin tahu generasi muda, khususnya Gen Z untuk mengenal lebih dekat seni pertunjukan, khususnya seni teater. Ketertarikan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian di tengah perubahan zaman. Dengan demikian, Manajemen Talenta Teater diharapkan terus berkembang sehingga dapat membuka lebih banyak ruang bagi seniman untuk melahirkan karya – karya baru maupun mengembangkan gagasan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk semakin dekat dengan seni teater. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses