Pameran Tunggal 35 Karya Agus Koecink
Agus Sukamto atau lebih dikenal kalangan pelukis Jawa Timur sebagai Agus Koecink adalah seniman multitalenta yang tinggal di Surabaya. Ia dikenal dengan karya-karyanya yang memadukan warna-warna cerah dan gambar doodle. Karya-karyanya telah dipamerkan secara internasional sejak awal tahun 2000-an.

Sebagai seorang praktisi seni rupa, Agus juga seorang penulis dan kurator yang cukup disegani. Kontribusinya yang tak kenal lelah pada kancah seni telah memberinya berbagai penghargaan, termasuk Chevalier de L’Ordre des Arts et des Lettres yang bergengsi dari Menteri Kebudayaan Perancis pada tahun 2021.
Pada Sabtu, 25 Juli 2026 Agus Koecink memamerkan karya tunggalnya di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jawa Timur. Acara dibuka oleh Kepala Seksi Penyajian Seni Budaya Taman Budaya Jatim Hario Widoseno, S.Sn., M.A. Pameran tunggal seni rupa ini bertajuk “Meniti Keruh Memikul Jernih”. Dibuka untuk umum mulai 25 – 31 Juli 2026. Pameran ini menyuguhkan sebanyak 35 karya seni rupa pilihan yang merekam jejak panjang spiritualitas, visual, dan eksperimentasi sang seniman.

Konsep besar pameran ini menarasikan sebuah perjalanan pencarian proses kreativitas dinamis yang membentang melintasi berbagai batas geografis dan kultural. mulai dari Surabaya, Ubud (Bali), Yogyakarta, Solo, hingga benua Eropa (Prancis). Perjalanan panjang tersebut bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah ziarah artistik yang melahirkan keberagaman bentuk, komposisi, garis, warna, serta narasi visual yang sangat personal dan matang.
Dalam bentangan perjalanan itulah, berbagai fenomena baik keindahan serta kerentanan alam maupun realitas sosial dunia hadir memengaruhi secara mendalam proses penciptaan karya Agus Koecink. Bentuk-bentuk figuratif yang dinamis, garis yang luwes, serta warna-warna harmonis berpadu dalam kanvasnya, menciptakan dialog antara mitos, realitas, dan alam semesta.

Tajuk “Meniti Keruh Memikul Jernih” sendiri diangkat sebagai sebuah filosofi laku hidup sekaligus manifesto berkarya. “Dalam perjalanan kreatif ini, tentu ego dan realitas kerap menghadirkan berbagai halangan serta rintangan yang keruh. Namun, semua rintangan itu dapat bertransformasi menjadi jernih ketika kita memilih untuk selalu berpikir positif demi melahirkan kebahagiaan bagi sesama,ungkap Agus Koecink mengenai konsep pamerannya.
Melalui ke-35 karya seni rupa yang dipamerkan, Agus Koecink mengajak publik luas untuk berefleksi tentang bagaimana menyikapi dinamika dunia yang penuh tantangan, lalu merajutnya kembali menjadi sebuah energi kebaikan yang mencerahkan dan membahagiakan orang lain. (sn)
