Laporan Utama

Tari Nafas Kehidupan : Peringatan Hari Tari Dunia Ke-44

Setiap 29 April diperingati sebagai Hari Tari Sedunia. Namun, peringatan ini bukan sekadar pesta koreografi atau unjuk kebolehan teknis. Tapi panggilan untuk merenungkan kembali apa arti menari bagi keberadaan manusia,  sebuah pertanyaan yang telah bergulir sejak zaman prasejarah hingga era kecerdasan buatan.

Tari Jathil pada pergelaran Reog Ponorogo di Pendapa Jayengrana 29 April 2026 (Foto dok. TBJT)

Sejarawan tari Curt Sachs dalam World History of the Dance menegaskan bahwa tari adalah bentuk ekspresi manusia paling purba, lebih tua dari bahasa dan ritual. Sebelum ada tulisan, manusia menari untuk memohon hujan, menyambut panen, atau mengusir penyakit. Di setiap gerakan repetitif yang disertai hentakan kaki dan kibasan tangan, tersimpan sistem pengetahuan ekologis dan kosmologis yang tak tertulis. Dengan demikian, setiap tarian tradisional adalah arsip hidup, menyimpan memori kolektif tentang bagaimana suatu komunitas memaknai alam, kekuasaan, dan yang sakral.

Dalam konteks Indonesia, tarian seperti Saman dari Aceh atau Tari Kecak dari Bali bukan sekadar pertunjukan wisata. Tapi enkapsulasi (Penggabungan data/variabel dan metode/fungsi yang beroperasi ke dalam satu unit tunggal, yaitu kelas/class).  kohesi sosial, disiplin ruang, dan harmoni antarmanusia. Melestarikannya berarti menjaga cara pandang yang mungkin sudah hampir tergerus modernitas.

Mengingat pentingnya peringatan Hari Tari Sedunia ini Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui UPT Taman Budaya ikut serta memperingati Hari Tari Sedunia yang ke-44 (29 April 2026) dengan mengambil tema “Tari Nafas Kehidupan”. Bagi banyak komunitas di Nusantara, tari tidak hanya sekadar seni pertunjukan atau olah tubuh semata. Lebih dari itu, Tari menjadi medium dialog spiritual, ekspresi syukur, dan bentuk penyembahan kepada Sang Pencipta dan alam semesta. Sebagai bahasa tubuh universal, tari menjadi bahasa diam yang menghubungkan manusia dengan semesta, tempat mereka menuangkan isi hati, cerita, dan nilai-nilai kehidupan. Ini adalah rujukan paling spesifik dan faktual ketika frasa “Tari Nafas Kehidupan” diangkat sebagai tema.

Tari Remo Kolosal dibawakan oleh 300 penari anak sampai dewasa pada peringatan Hari Tari Dunia Ke-44 di halaman Taman Budaya Jawa Timur (Foto dok. TBJT)

Materi pergelaran yang ditampilkan pada peringatan Hari Tari Sedunia di UPT Taman Budaya diantaranya: Pergelaran Reog Ponorogo yang di tampilkan di Pendapa Jayengrana mulai pukul 15.00 wib. Pada sesi kedua Tari Remo Masal yang dibawakan oleh 300 penari mulai kategori anak sampai dewasa yang dimainkan oleh para anak didik Sanggar Tari Putra Bima Respati pimpinan Sariono, S.Sn.

Puncak acara peringatan Hari Tari Dunia pada 29 April 2026 dipergelarkan Wayang Orang Bocah. Pergelaran wayang orang diisi oleh Grup Wayang Orang Bocah dari Sanggar Tari Putra Bima Respati Surabaya pimpinan Sariono S.Sn. Lakon yang dipergelarkan pada pertunjukan Wayang Orang Bocah “Anjani Putra”. Pergelaran dilaksanakan di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur pada 29 April 2026 pukul 17.30 WIB. Sampai dengan selesai.

Anjani Putra, lakon yang diangkat pada pergelaran ini mengisahkan tentang perjalanan heroik tokoh Anoman, kera putih utusan Sri Rama, yang mendapat tugas penting untuk menyusup ke negeri Alengka. Dalam misinya, Anoman harus mencari keberadaan Dewi Sinta sekaligus mengetahui kekuatan musuh demi kemenangan nilai kebenaran.

Penyerahan tokoh wayang kulit Anoman oleh Dr. Rasiyo M.Si. anggota komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur kepada pemeran tokoh Anoman Aletheia Cherryl Chavally didampingi Kadisbudpar Jatim Evy Avianasari, S.T., M.M.A. (Foto dok. TBJT)

Perjalanan Anoman tidaklah mudah. Ia menghadapi berbagai rintangan, mulai dari jarak yang jauh, waktu yang terbatas, hingga bahaya dari para raksasa penjaga Alengka. Namun dengan keberanian, kecerdikan, dan tekad yang kuat, Anoman tetap menjalankan tugasnya tanpa ragu, ia tetap teguh memegang janji kepada Sri Rama.

Pada akhirnya, Anoman berhasil bertemu Dewi Sinta, menyampaikan pesan, serta membuktikan kesetiaannya. Ia pun akan kembali dengan membawa kabar penting bagi Sri Rama, sekaligus menunjukkan bahwa keberanian dan ketulusan hati akan selalu membawa kemenangan.

Wayang Orang Bocah merupakan adaptasi dari Wayang Orang Tradisional dengan penyesuaian agar lebih mudah dipahami anak-anak tanpa meninggalkan pakem aslinya. Pendekatan ini menjadikannya alat yang efektif untuk membentuk karakter. Melalui lakon pewayangan, anak-anak belajar nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, dan gotong royong secara langsung dari teman sebayanya.

Salah satu adegan dalam Pergelaran Wayang Orang Bocah dengan lakon “Anjani Putra” (Foto dok. TBJT)

Keunikan wayang ini justru terletak pada kontras antara bobot cerita pewayangan yang berat dengan keluguan para pemain cilik. Gerak tari khas wayang orang mengalir dari tubuh kecil yang belum dewasa, namun sudah paham disiplin, irama, dan makna. Dialognya kadang terdengar polos tapi diucapkan dengan penuh keyakinan, membuat cerita terasa dekat dan mudah diterima. Bahkan kepiawaian mereka dalam menari dan akting seringkali tak kalah memukau dibandingkan penari dewasa, hanya saja dengan performa yang lebih dinamis dan interaktif.

Menyaksikan Wayang Orang Bocah menjadi sebuah pengalaman yang menyentuh. Ada kebanggaan melihat anak-anak sekecil itu antusias melestarikan budaya, sekaligus harapan karena regenerasi kesenian ini ada di tangan yang tepat. Bagi anak-anak, ini cara seru mengenal budaya. Bagi kita orang dewasa, ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi tetap relevan dan bisa dinikmati lintas generasi. Kehadirannya seperti oase di tengah gempuran budaya asing, mengingatkan kita akan kekayaan dan identitas bangsa. (sn)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses