Putri Blorong, Lakon Ketoprak Karya Adaptasi Haji Muhammad Syakirun Yang Membuat Gedung Kesenian Cak Durasim Penuh Sesak

Kirun dengan nama lengkap Haji Mohammad Syakirun adalah sosok pelawak kondang Jawa Timur asal Madiun yang pernah berjaya pada era 90-an bersama dengan grup lawaknya yang dikenal dengan sebutan Kirun CS. yang beranggotakan Kirun, Kholik dan Bagio dimana Kirun sebagai pimpinannya. Kirun naik daun pada saat itu berkat salah satu program di TVRI bernama Depot Jamu Kirun yang pertama kali ditayangkan tanggal 1 Mei 1993 oleh TVRI Surabaya. Disitu  dia dipasang sebagai pemilik warung jamu yang berdialog dalam gaya Mataram dan didampingi dua pegawainya yaitu Bagio yang juga bergaya Mataram dan Kholik yang bertutur dalam dialek Jawa Timuran yang ceplas-ceplos apa adanya.

Putri Blorong dengan dua pengawal cantiknya. Foto dok./TBJT.

Kharisma seorang Kirun ternyata masih juga mampu menyedot demikian besar para penggemarnya sampai sekarang, untuk hadir menyaksikan pertunjukan teater tradisi yang dikemas dalam sebuah Pergelaran Ketoprak dengan lakon Putri Blorong yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Jawa Timur pada sabtu, 3 Agustus 2019 di gedung kesenian Cak Durasim. Antusiasme para penonton yang demikian besarnya, bisa diukur dari petunjukan yang sesuai jadwal dimulai jam 19.30 wib. namun pada jam setelah dhuhur penonton dari luar kota sudah pada berdatangan menunggu dengan duduk-duduk di seputaran gedung kesenian Cak Durasim. Mereka rela datang jauh dari luar kota untuk sekedar menyaksikan bintang idola mereka manggung. Memang rata-rata mereka adalah orang tua yang sudah sejak lama menjadi penggemar lawakan khas Haji Syakirun. Luar biasa memang, Pihak Taman Budaya sendiri sampai kuwalahan mengatur antrian penonton memasuki gedung pertunjukan karena saling berdesak-desakan untuk berebut tempat duduk yang memang dengan jumlah terbatas. Lantai karpet dan sela-sela tempat duduk yang hanya berjumlah 412 penuh sesak dengan jejalan manusia. Untuk mengantisipasi agar pertunjukan ketoprak bisa disaksikan oleh para penonton yang tidak bisa masuk ke dalam gedung, pihak Taman Budaya memasang layar lebar di Pendapa Jayengrana sebagai media penyiaran secara live melalui video dan bagi para penonton  yang tidak bisa hadir di Taman Budaya bisa langsung menyaksikan melalui live streaming youtube.

Penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan Padepokan Seni Kirun oleh Kadisbudpar Prov. Jatim. Foto dok./TBJT.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto, S.Kar. MM. Dalam sambutannya Sinarto mengatakan bahwa pelestarian budaya bukan suatu usaha bersifat elistis untuk membangkitkan feodalisme, tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi aset bangsa agar seluruh lapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa dengan lebih berbudaya sebab budaya merupakan aset penting, terutama untuk pengetahuan, dan memupuk jati diri bangsa, salah satu diantaranya melalui pergelaran ketoprak Padepokan Kirun yang diselenggarakan oleh Taman Budaya. Sinarto juga berharap agar pergelaran semacam ini mampu memotivasi dan mendorong masyarakat agar dengan kesadarannya mau merawat dan melestarikan serta menumbuh kembangkan warisan budaya semacam ini. Gelombang modernisasi jangan dianggap sebagai suatu hal yang negatif , tapi di cari sisi positifnya.untuk kemudian di kompreskan dengan budaya setempat, sehingga pada giliranya nanti mampu menambah khazanah dan daya kreasi  terhadap seni budaya produk anak bangsa.

Pertolongan Juragan Pelog pada Juragan Kirun dengan imbalan menikahi anak perempuan Juragan Kirun. Foto dok./TBJT.

Cerita ketoprak Putri Blorong mengisahkan tentang kekuasaan sang putri yang mampu memenuhi permintaan manusia yang malas berusaha tapi ingin cepat kaya, dengan persyaratan tertentu yang apabila dilanggar nyawa sebagai imbalannya. Ada tiga orang pemuda desa yang bersahabat karib masing-masing bernama Pelog, Slendro dan Slenthem. Ketiganya pemuda buruh tani yang hidup dalam kesusahan. Bermaksud merantau meninggalkan desa untuk merubah nasib mereka agar terlepas dari jeratan kemiskinan.

Juragan Pelog jatuh cinta pada perempuan cantik yang ternyata jelmaan Putri Blorong. Foto dok./TBJT.

Slendro dan Slenthem tanpa sepengetahuan Pelog menerjuni profesi yang berbau kriminal yakni begal, dalam satu aksinya ada dua orang wanita yang menjadi korban mereka. Dengan gaya full humor adegan yang harusnya bernuansa mencekam berubah menjadi kocak, penonton benar-benar dibuat terpingkal-pingkal atas akting dari para pemain ketoprak Padepokan Kirun. Singkat cerita, Pelog salah satu dari 3 pemuda kampung yang merantau sudah tidak kuat dengan keadaan miskin yang dialaminya. Bunuh diri merupakan jalan pintas yang ditempuh Pelog untuk menghilangkan kesusahan hidup yang membuatnya malu pada orang tua dan para tetangganya. Ketika golok mulai ditebaskan ke lehernya sendiri, usahanya digagalkan oleh jin lelembut anak buah Putri Blorong yang pada akhirnya mempertemukan Pelog dengan sang Putri. Setelah pertemuan itu Pelog menjadi kaya mendadak karena mendapatkan emas berlian yang melimpah ruah. Harta yang diperolehnya tidak serta merta bisa dibawa pulang begitu saja. Tapi ada larangan tertentu yang beresiko berat bila dilanggar.

Niat ingin menikah lagi tak direstui Dina istri sah Juragan Pelog yang ujungnya malah membawa malapetaka. Foto dok./TBJT.

Ada tiga syarat utama yang harus dipatuhi Pelog yakni: tidak boleh menikahi perempuan, tidak boleh semena-mena pada orang tua dan berlaku dermawan kepada siapa saja yang membutuhkan. Pelog pemuda miskin yang hidup serba kekurangan akhirnya menjelma menjadi juragan kaya raya yang disegani dan dihormati. Hal  itu mengundang minat Juragan Kirun yang jatuh miskin untuk meminta bantuan Juragan Pelog. Dengan senang hati Juragan Pelog memberi bantuan Juragan Kirun dengan Uang sekoper dengan syarat Dina anak Juragan Kirun boleh dinikahi Juragan Pelog. Pernikahan Juragan Pelog dan Dina untuk beberapa saat tidak ada kejadian apa-apa. Sampai akhirnya Juragan Pelog jatuh hati pada perempuan cantik dan berniat menjadikannya istri kedua. Dina tidak mau dimadu hingga membuatnya marah dan menangis, pada akhirnya perempuan calon istri kedua Juragan Pelog membuka jatidirinya bahwa dia adalah jelmaan Putri Blorong. Pelog digiring pada persidangan bangsa lelembut dan dikenai tuduhan telah melanggar salah satu pantangan ketika membuat perjanjian pesugihan dulu. Tindakannya menikahi Dina adalah sebuah pelanggaran. Akhirnya Pelog ditangkap dan digelandang menuju kerajaan alam gaib untuk dijadikan budak dan tidak bisa kembali ke dunia. Keluarganya hanya bisa menangisi kepergian Pelog. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.