Berita

Dari Penyanyi Dangdut Beralih Jadi Pesinden

Menjadi penyanyi dangdut itu tidak mudah, cengkok-cengkok vokal yang menjadi ciri khas pada irama dangdut tidak semua penyanyi bisa melakukannya. Ada salah satu sinden berbakat ketika pementasan pergelaran wayang kulit di Taman Budaya Jatim dengan dalang Ki Puguh Prasetyo dari Kabupaten Gresik. Apa kehebatannya? Sebelum menerjuni dunia vokal tradisi Jawa dia adalah seorang penyanyi dangdut. Dunia dangdut mulai jarang dia tekuni walau tetap tidak ia tinggalkan, sejak berkenalan dengan ibu Aliana, S.Sn. seorang sinden senior asal Gresik suami dari Dalang Ki Puguh.

Jumiatun saat gladi bersih pada sebuah pergelaran wayang kulit (foto dok.tbjt.)

Namanya Jumiatun, lahir di Gresik, ibu dari 3 anak dan tinggal di Cerme Gresik. Atas dorongan ibu Aliana Jumiatun mulai belajar menyinden dari beliau. Bakat yang luar biasa pada diri Jumiatun memudahkannya belajar cengkok-cengkok tembang Jawa yang lumayan sulit untuk dipelajari. Kemudahan itu tidak lepas dari penguasaan teknik olah vokal Jumiatun pada aliran musik  dangdut. Antara cengkok vocal dangdut dan tembang Jawa memang hampir mirip. Jumiatun tidak pernah belajar olah vokal dari sekolah seni melainkan belajar secara otodidak, dia lulusan sekolah umum SMAN 1 Gresik.

Pada awalnya dia buta sama sekali dengan gending-gending Jawa terutama yang dipakai pada iringan wayang tapi berkat tangan dingin ibu Aliana, S.Sn kepiawaian Jumiatun perihal olah vokal tembang Jawa semakin terasah. Sering ikut Dalang Puguh Prasetyo ketika tanggapan namun bila dalang Puguh sedang off tidak ada tanggapan dan ada order dari dalang lain Jumiatun siap untuk tampil. Bila tidak ada job menyinden, Jumiatun tetap menerima order sebagai penyanyi dangdut, dengan catatan bila order menyanyi dangdut dengan menyinden jatuh pada jadwal yang bersamaan, dia lebih mengutamakan sindenannya. Komitmen itu ia tanamkan kuat dalam jiwanya sebagai bentuk kecintaannya pada kesenian tradisi tinggalan nenek moyang. Pekerjaan menjadi sinden sekaligus penyanyi dangdut dijalani Jumiatun disamping sebagai sarana penyaluran kecintaannya pada dunia  tarik suara juga sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Sinden Jumiatun dengan tampilan sebagai seorang pesinden (foto dok.tbjt.)

Datangnya pandemik covid-19 di seluruh dunia ikut membuat penghasilan Jumiatun menurun atau bahkan nol. Pernah dalam satu bulan sama sekali tidak ada job yang harus dijalani, pada akhirnya pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dijalaninya di rumah dengan mengasuh anak-anak dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Kebutuhan dapur dicukupi oleh suami semuanya yang berkerja di sektor swasta. Jumiatun berharap semoga pandemik covid-19 segera berlalu sehingga pekerjaan tarik suara yang ia tekuni kembali bergeliat dan menambah kepulan asap dapur keluarganya. (spd)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.