Catatan Lomba Dramatisasi Cerpen Tingkat SLTA se-Jawa Timur

Cerpen bukan sekedar prosa pendek yang belum tuntas karena jenis karya sastra ini adalah karya utuh yang berisi kristalisasi kehidupan dan pengalaman tokoh yang dibalut peristiwa, konflik dan ruang pemaknaan yang bernilai estetis, humanis serta filosofis. Oleh karena itu cerpen menjadi lebih hidup ketika dialihwahanakan ke bentuk pertunjukan, yaitu dramatisasi karena unsur-unsur dramatik dan persoalan manusia sangat kental dalam cerpen.

Dalam dramatisasi cerpen terdapat upaya kreatif menggubah bentuk narasi fiksi (cerpen) menjadi teks drama sehingga dapat dimainkan oleh sejumlah orang di atas pentas. Dengan demikian, pertemuan antara cerpen dan teater akan menjanjikan sebuah senyawa yang inovatif dan baru dari sisi dunia kreatif. Apalagi dalam dunia teater terdapat unsur-unsur penopang lain, termasuk unsur dramaturgi, musik, seni rupa, tata cahaya, desain dan tata artistik lainnya yang membuat sebuah cerita menjadi lebih bernyawa.

Dramatisasi cerpen juga merupakan salah satu cara untuk mendekatkan cerpen ke khalayak dari berbagai kalangan dan tidak terabatas pada peminat sastra saja. Diharapkan dengan dramatisasi cerpen terbuka ruang-ruang apresiasi cerpen yang luas dan dalam, sehingga tercipta proses pemaknaan dan pendewasaan yang hakiki dalam kehidupan.

Balai Bahasa Jawa Timur sebagai sebuah Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, bertempat di Pendapa Jayengrana Taman Budaya Jawa Timur, pada rabu 31 Juli 2019 mengadakan lomba dramtisasi cerpen bagi siswa SMA, SMK dan MA se-Jawa Timur. Maksud dan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah :

  1. Menyediakan sarana atau wadah bagi siswa untuk berkreativitas dan mengembangkan bakat di bidang sastra, khususnya cerpen.
  2. Meningkatkan kreativitas siswa sekolah menengah atas dalam mengapresiasi cerpen melalui pendramaan.
  3. Menumbuhkan kecintaan siswa pada sastra, khususnya cerpen dan dramatisasi dan akan menghasilkan sikap positif pada berbagai hal.

Manfaat yang didapat dari kegiatan ini adalah meningkatnya kreativitas siswa SLTA di Jawa Timur dalam bersastra. Selain itu diharapkan lomba dramatisasi cerpen ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap sastra dikalangan generasi milenial. Adapun 13 peserta yang mengikuti lomba ini adalah sebagai berikut:

  1. SMKN 12 Surabaya membawakan judul cerpen Blokeng.
  2. SMA Mazraa’tul Ulum Paciran Lamongan, judul cerpen Kokok Ayam Tengah Malam.
  3. SMK IT Al Kautsar Srengat Blitar, judul cerpen Laila Majnun.
  4. SMKN 1 Mojoanyar Mojokerto, judul cerpen Blokeng.
  5. SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, judul cerpen Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi.
  6. SMAN 1 Singosari Malang, judul cerpen Blokeng.
  7. SMKN 1 Jetis Mojokerto, judul cerpen Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi.
  8. SMKN 1 Tuban, judul cerpen Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi.
  9. SMAN 2 Bangkalan, judul cerpen Blokeng.
  10. SMA Brawijaya Smart School Malang, judul cerpen Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi.
  11. SMKN 2 Kediri, judul cerpen Blokeng.
  12. SMAN 17 Surabaya, judul cerpen Dilarang Menyanyi DI Kamar Mandi.
  13. SMAN 1 Pagak Malang, judul cerpen Blokeng.
Para dewan Juri. Foto dok./TBJT.

Dewan juri yang ditunjuk sebagai tim penilai adalah: DR. Authar Abdillah, dosen pengajar pada Fakultas Sastra Universitas Negeri Surabaya; Meimura, praktisi teater Surabaya; Ilham, praktisi teater tradisi (kentrung) dari Jember. Pemenang pada lomba dramatisasi cerpen ini adalah:

  1. SMAN Pagak Malang.
  2. SMKN 1 Tuban.
  3. SMKN 12 Surabaya.
  4. SMKN 2 Kediri.
  5. SMAN 2 Bangkalan.
  6. SMA Brawijaya Smart School Malang. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.