Gelar Seni Budaya Daerah Jawa Timur 2019 Kabupaten Ponorogo

Seni dan budaya adalah dua hal yang saling berkaitan dan sangat sulit untuk dipisahkan. Karena di setiap seni pasti mengandung kebudayaan yang khas begitu juga sebaliknya, pada setiap kebudayaan pasti mengandung nilai seni yang indah. Menurut Sartono Kartodirdjo (sejarawan) seni budaya merupakan sistem yang komperhensif karena seni budaya dapat menjalankan komunikasi efektif, antara lain dengan melalui satu bagian saja dapat menunjukkan keseluruhannya, seni budaya adalah suatu wadah untuk mengutarakan sesuatu dengan efektif melalui kesenian.

Pertukaran cinderamata antara Pemprov. Jatim dan Pemkab. Ponorogo yang diwakili oleh Kadisbudpar Prov. Jatim dan Kadisbbudparpora Kab. Ponorogo. Foto dok./TBJT

Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis yang menangani bidang seni budaya untuk kesekian kalinya kembali menggelar kegiatan seni budaya yang bertajuk “Gelar Seni Budaya Daerah Jawa Timur 2019, Sumirating Cahya Budaya Bumi Wengker, Kabupaten Ponorogo”. Acara ini dilaksanakan pada 28-29 Juni 2019 dengan menampilkan kesenian baik tradisi (reyog) maupun garapan yang berpijak pada tradisi yang ada di kabupaten Ponorogo. Disamping pergelaran seni dipamerkan juga produk unggulan yang ada di kabupaten Ponorogo dimana pihak Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga selaku instansi terkait yang membawa langsung dari daerahnya para pengusaha kecil menengah yang menjadi mitra pemerintah daerah Ponorogo, dalam upaya memamerkan dan memasarkan produk unggulan itu sehingga diharapkan bisa ikut mendongkrak industri pariwisata yang sedang digencarkan pelaksanaannya oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo di bawah Bupati Ipong Muchlisoni. Jenis-jenis produk unggulan yang dipamerkan diantaranya ada batik, wayang kulit,  peralatan kesenian, industri kulit dan kuliner.

Kunjungan ke stand pameran produk unggulan.
Foto dok.TBJT

Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang ekspresi bagi para seniman untuk mempergelarkan hasil cipta karya seni mereka kepada masyarakat disamping juga memamerkan produk unggulan yang ada di Kabupaten Ponorogo. Tujuan lain kegiatan ini adalah menarik minat masyarakat dan wisatawan. Sebagai sarana hiburan, pengunjung bisa menikmati beragam atraksi yang ditampilkan oleh rombongan kesenian yang didatangkan langsung dari kota reyog.

Dramatari dengan lakon “Ampak-ampak Gadingrejo” yang menjadi salah satu sajian utama tim kesenian Kabupaten Ponorogo.
Foto dok./TBJT

Jadwal serta materi kesenian yang disajikan pada gelar seni budaya ini adalah: 28 Juni 2019, penayangan informasi potensi seni budaya dan pariwisata kabupaten Ponorogo, tari “Bale Batur”, lagu daerah dengan judul “Ora Ndlomok”, tari “Smaratantra” dan ditutup dengan pergelaran drama tari dengan lakon “Ampak-ampak Gadingrejo”. Pada hari kedua 29 Juni 2019 acara dibuka pada jam 8 pagi dengan tampilan parade tari yang diisi oleh sanggar-sanggar  tari yang ada dalam pembinaan Taman Budaya Jawa Timur dilanjutkan dengan pergelaran reyog Ponorogo yang dibawakan oleh tim kesenian dari Kabupaten Ponorogo. Pada malam harinya acara dimulai jam 19.30 WIB, diawali dengan kesenian Campursari, tari “Ombyak Suran”, “Reyog Paket“, tari “Mubeng Gumbeng”  dan ditutup dengan pergelaran seni pertunjukan “Guyon Maton”, semacam teater tradisi dengan setting cerita tentang perebutan gemblak oleh para warok dalam sebuah perguruan kanuragan dengan iringan music campursari.(san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.