Gelar Uyon-Uyon: Upaya Pelestarian Kesenian Langka Yang Kurang Disukai Generasi Millenial

Kesenian uyon-uyon adalah salah satu dari sekian banyak kesenian leluhur yang berasal dari pulau Jawa yang mulai jarang dipentaskan di muka umum. Guna melestarikan kesenian asli tanah Jawa yang sudah mulai kurang disukai terutama oleh generasi milenial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur pada senin, 08/07/2019 menggelar kesenian uyon-uyon di pendapa Jayengrana Taman Budaya Jawa Timur dimulai pada pukul 19.00 s/d 22.00 wib.

Sanggar Karawitan Permata dari Kabupaten Sidoarjo pimpinan Petrus. Foto dok./TBJT.

Uyon-uyon sendiri berasal dari kata “manguyu-uyu” yang artinya  persembahan gending gendhing yang dilantunkan oleh waranggono (pesinden) dan penggerong diiringi gamelan Jawa tanpa tarian atau apapun yang memfungsikannya sebagai musik pengiring. Uyon-uyon biasanya dipergelarkan pada acara hajatan khususnya masyarakat suku Jawa atau bisa juga dipergelarkan sebagai sebuah seni pertunjukan yang mandiri. Uyon-uyon sendiri tidak dapat lepas dari istilah karawitan.  Jika karawitan dapat dipakai untuk mengiringi apa saja, pada kesenian uyon-uyon tidak, karena uyon-uyon adalah pagelaran karawitan yang berdiri sendiri sebagai sebuah seni pertunjukan.  

Jenis uyon-uyon sendiri ada tiga, yang pertama adalah uyon-uyon lengkap atau jangkep, yaitu uyon-uyon yang dipergelarkan dengan musik pengiring gamelan Jawa dengan formasi lengkap. Kedua adalah gadhon, artinya uyon-uyon yang menggunakan alat karawitan hanya sabagian, tidak memakai bonang, kethuk, kempul dan kenong. Dan yang ketiga adalah cokekan, adalah uyon-uyon yang hanya diiringi gender, siter,kendhang,  rebab dan gong besar. 

Karawitan Kridasasama SMKN 12 Surabaya pimpinan Subroto.
Foto dok./TBJT.

Kesenian uyon-uyon yang dipergelarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur pada kali ini adalah uyon-uyon dengan formasi jangkep. Ada dua kelompok uyon-uyon yang tampil yakni: Sanggar Karawitan Permata dari Kabupaten Sidoarjo pimpinan Petrus dan Karawitan Kridasasama SMKN 12 Surabaya yang diketuai oleh Subroto.

Sanggar Karawitan Permata Sidoarjo menampilkan lima reportoar Gending yakni: 1. Gending Bonang Denggung Pl. 5, 2. Gending Klasik, 3. Gending Garap Pengembangan, 4. Gending Kreativitas: Talu Sl. Pl., 5. Gending Gemah Ripah Pl. Sementara Karawitan Kridasasama SMKN 12 Surabaya membawakan: 1. Gendhing Klasik Kabor Minggah Ldr. Sekar Lesah Slendro 6, 2. Pengembangan Gending Logondang Bedayan, Minggah Ldr. dan Ketawang Garap Bedayan Pelog 5, 3. Gending Unggulan Kreativitas “Nglanggengan Pesisiran Ujunggaluh” Laras Pelog Slendro, 4. Gending Sorengrono – Ketawang Sangkuriang Slendro 9, 5. Gending Sayuk, Gending Tari Karta RL. Martopangrawit Pelog Barang.

Pada setiap selesai penampilan masing-masing kelompok diadakan sesi tanya jawab antara penikmat gending (penonton) dengan penata iringan masing-masing kelompok. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.