Rekaman Virtual Pedalangan 2020

Musim pandemi covid-19 seperti sekarang, secara langsung sangat berdampak secara ekonomi pada para pekerja seni. Hal ini menjadikan mereka tidak bisa tampil di tengah masyarakat. Termasuk jenis hiburan wayang kulit. Taman Budaya sebagai salah satu lembaga pemerintah yang menangani tugas berupa pelayanan masyarakat dalam bentuk pergelaran kesenian tak luput dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi yang mendunia tersebut.

Praktis hampir seluruh anggaran yang disuplay dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  dialihkan ke arah percepatan penangan Covid-19. Tetapi ada anggaran DAK dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak ditarik, sehingga anggaran tersebut dialokasikan dalam wujud pergelaran wayang virtual yang diselenggarakan pada bulan Juli.

Penyerahan gunungan oleh Kadisbudpar Prov. Jatim kepada Dalang Ki. Wardono sebagai simbolisasi dimulainya pergelaran Pakeliran Padat Wayang Virtual yang mengambil lakon
“Wahyu Lontar Triloka”. Foto dok.TBJT.

Bertempat di gedung kesenian cak Durasim pada tanggal 7 sd. 10 Juli dilaksanakan rekaman virtual pedalangan. Rekaman dimaksudkan sebagai sarana mengisi kekosongan pergelaran di Taman Budaya Jawa Timur. Hasil dari perekaman tersebut akan disiarkan melalui media sosial youtube, instagram, facebook milik Taman Budaya Jawa Timur. Rencananya akan ditayangkan pada akhir bulan Juli.

Bentuk sajian pergelaran yakni wawancara dengan 5 dalang senior Jawa Timur dan 1 orang penata iringan gaya Jawa Timuran dan ditutup dengan pergelaran wayang Jawa Timuran padat yang dipentaskan oleh dalang Ki Wardono dari Kabupaten Mojokerto. Kelima dalang senior dan 1 orang narasumber yang diundang Taman Budaya Jawa Timur adalah :

  1. Dalang Raden Ngabehi Sugilar Kondo Bawono dari Kabupaten Mojokerto yang mengupas tentang persoalan Karawitan Klasik Gaya Jawa Timuran (Jegdongan);
  2. Dalang Ki. Sorwedi dari Kabupaten Sidoarjo, mengupas persoalan Kesustraan Pedalangan Gaya Jawa Timuran (Jegdongan);
  3. Bambang Sukmo Pribadi, seorang pakar dalam bidang garap iringan gaya Jawa Timuran, mengupas persoalan perkembangan garap iringan pada wayang gaya Jawa Timuran (Jegdongan);
  4. Dalang Ki. Bambang Sugio dari Kabupaten Sidoarjo, mengupas persoalan sanggit pedalangan gaya Jawa Timuran (Jegdongan);
  5. Dalang Ki. Sholeh Adi Pramono dari Kabupaten Malang, mengupas persoalan wayang Jawa Timuran gaya Malangan;
  6. Dalang Ki. Wardono dari Kabupaten Mojokerto, mengupas persoalan sabet dan tatah sungging wayang gaya Jawa Timuran (Jegdongan).
Pergelaran Wayang Kulit Gaya Jawa Timuran dengan format pakeliran padat lakon “Wahyu Rontal Triloka” bersama dalang Ki Wardono dari Kabupaten Mojokerto. Foto dok.TBJT

Pada puncak acara dipergelarkan pakeliran padat wayang kulit gaya Jawa Timuran dengan lakon “Wahyu Rontal Triloka” yang dibawakan oleh Dalang Ki Wardono dari Kabupaten Mojokerto. Sebelum pergelaran dimulai acara dibuka oleh Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur Sinarto S,Kar., M.M. Dalam sambutannya sianrto mengatakan, wayang bukan hanya seni yang harus dilestarikan, namun juga sebagai sarana hiburan sekaligus media penyampaian pesan. Cerita wayang di dalamnya banyak terkandung nilai filosofi yang bisa diambil sebagai pelajaran. Melalui pertunjukan virtual seperti sekarang ini seni tradisional wayang kulit diharapkan tetap bisa dinikmati oleh masyarakat, walau ada keterbatasan ditengah pergelaran. Yakni mewabahnya pandemi covid-19 di tengah masyarakat. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.