Artikel

PADUAN SUARA DI JAWA TIMUR

Batasan pengertian Paduan Suara menurut Pekan Cipta Seni yaitu : Paduan Suara adalah kegiatan berolah vokal yang melibatkan sejumlah penyanyi dengan memadukan beberapa suara yang menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan tenggang rasa untuk menghasilkan bunyi yang serasi, harmonis, indah dan merdu.

Tim Paduan Suara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Pada saat mengikuti Lomba Paduan Suara KORPRI Tingkat Jawa Timur Tahun 2022 di Kantor Gubernur Jawa Timur (Foto dok. BKD Jatim)

Selain batasan diatas, ditemukan sesuatu yang istimewa pada kegiatan berpaduan suara. Adalah Dr. Juliene K. Johnson meneliti para lanjut usia yang punya kegemaran berpaduan suara, ternyata kesehatan dan kesejahteraannya lebih diatas dari para lansia yang tidak berpaduan suara. Konon berpaduan suara juga bisa menurunkan rasa cemas yang berkelebihan.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa kegiatan berpaduan suara sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi, ini berarti dimasa Yunani kuno. Mereka membawakan lagu-lagu pujian kepada para dewa mereka,  lalu berlanjut terus sampai masa modern sekarang.

Paduan Suara di Indonesia.

Sentuhan Budaya Barat yang dibawa oleh pedagang pedagang Eropa ke Indonesia berawal disekitar tahun 1660-an, ketika bangsa Portugis secara bergelombang datang ke Indonesia dan diikuti bangsa Eropa yang lain. Semangat 3G (Gold, Glory and Gospel) secara tidak langsung membawa juga tradisi menyanyi berpaduan suara ke tanah jajahan mereka di Asia termasuk Indonesia.

Kegiatan berpaduan suara yang tadinya bermula di gereja untuk kegiatan ritual mereka, sedikit demi sedikit terus berkembang bukan sebagai kegiatan ritual tetapi sudah berubah menjadi kegiatan non ritual, bukan saja dilingkungan agama tertentu saja tetapi sudah menyebar kesemua arah. Dewasa ini sudah ada lagu arransemen Paduan Suara dengan judul Yalal Wathon, Perdamaian, Kota Santri dan yang lainnya. Ini tentu sesuatu yang bagus dan perlu diberi apresiasi yang tinggi.  

Tahun 1952, di Yogyakarta didirikan Sekolah Musik Indonesia (SMIND) yang kelak menjadi Akademi Musik Indonesia (AMI) dan akhirnya Institut Seni Indonesia (ISI). Sejak tahun 1952 itulah Paduan Suara makin diminati dan dikenal secara luas di Indonesia.

Prestasi Paduan Suara Indonesia di tingkat Internasional sangat bagus, banyak event Internasional dimana Indonesia berpartisipasi,  grup Paduan Suara Indonesia selalu memenanginya. Salah satu yang membanggakan adalah Paduan Suara Anak The Resonanz Children Choir dengan Conductor Avip Priatna meraih penghargaan tertinggi di European Grand Prix For Choral Singing.

European Grand Prix For Choral Singing sendiri, kira kira seperti Piala Dunia Sepak Bola, satu event sepak bola yang sangat ditunggu dan dihormati pemenang-pemenangnya,

Paduan Suara di Jawa Timur.

Tidak ada catatan sejarah yang resmi mengenai awal timbulnya Perpaduan Suara di Jawa Timur, namun ditahun 1957 ketika tiga orang pendekar musik kota Surabaya Slamet Abdul Syukur, Rubai Katja Soengkana dan The Lan Ing bersepakat untuk membidani lahirnya PMS (Pertemuan Musik Surabaya) maka sejak itu geliat musik termasuk Paduan Suara mulai terasa menghangat, dilanjutkan 1960-an dengan Tino Kerdyk mendirikan Sekolah Musik Rakyat, lalu geliat itu makin terasa saat  Suroso Suryonegoro ditahun 1970-an mendirikan Bina Vokalia. Lomba-lomba Paduan Suara juga makin sering diadakan, bermunculan juga Grup Paduan Suara dari Kampus di Universitas-Universitas di   Jawa Timur, khususnya Surabaya menyemarakkan lomba-lomba tersebut. Suasana yang kondusif terebut makin semarak ketika Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur Bidang Kesenian mengadakan “Lomba Paduan Suara Proklamasi”.

Diberi nama demikian karena lombanya diselenggarakan dipertengahan bulan Agustus. yang mewajibkan setiap sekolah di Kabupaten/Kota se-Jawa Timur mengikuti lomba tersebut, kemudian juara juara Kabupaten/Kota tersebut diwajibkan mengikuti lomba Paduan Suara Pelajar ditingkat Provinsi mewakili Kabupaten dan kotanya masing masing. Kala itu jumlah Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur ada 37, jadi terkumpul diwaktu  yang bersamaan  sekitar 1500 pelajar anggota Paduan suara (karena setiap grup peserta lomba harus berjumlah 45 orang anggota). 

Tim Paduan Suara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Pada saat mengikuti Lomba Paduan Suara KORPRI Tingkat Jawa Timur Tahun 2022 di Kantor Gubernur Jawa Timur (Foto dok. BKD Jatim)

Yang lebih menarik lagi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menindak lanjuti dengan menyelenggarakan Pergelaran  Paduan Suara pada acara peringatan 17 Agustus di gedung negara Grahadi, dengan mempergelarkan Paduan Suara Kolosal 17 Agustus, dengan kekuatan 1500 anggota Paduan Suara, menjadikan peristiwa itu sebagai peristiwa satu-satunya di Indonesia saat itu. Perkembangan dan penyempurnaan berlanjut terus. Dahulu 1500 anggota Paduan Suara cukup diiringi denagn satu piano, saat ini diiringi ansambel musik sehingga gemuruh musiknya makin nyata. Paduan Suara Kolosal sendiri diawali tahun 1981, saat itu FFI (Festival Film Indonesia) dipusatkan di Surabaya, kepercayaan ini tak disia- siakan oleh Pemerintah Provinsi. Pada acara pembukaan ditampilkan 500 ibu ibu anggota Paduan Suara dari berbagai organisasi wanita.

Tahun 1989 sampai 2001 Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa  Timur, setiap tahunnya menyeleksi dan  mengirim satu grup Paduan Suara Remaja Jawa Timur ke The Internasional Youth Chorus Festival di Osaka Jepang, kegiatan ini memacu semangat remaja Jawa Timur merebutkan tiket ke Osaka sebagai team Paduan Suara Remaja Jawa Timur. Dampaknya luar biasa, karena sejak itu grup-grup Paduan suara remaja setingkat usia SMP tumbuh subur di Jawa Timur, sekarang hampir setiap SMP mempunyai grup Paduan Suara.

Kembali ketahun 1980-an, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan   Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Kesenian membentuk dan membina grup Paduan Suara Bahana Swara Bhakti (BSB), anggotanya terdiri dari para pecinta dan penghayat seni Paduan Suara mulai dari mahasiswa, organisasi wanita,  paduan suara Gereja, masyarakat umum. BSB selain mempergelarkan paduan suara juga memberikan pelatihan pelatihan paduan suara untuk masyarakat umum, menyelenggarakan lomba paduan suara, juga mengisi acara kenegaraan.

Selain itu, Disbudpar mempunyai UPT. LPPK (Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian). Dengan kegiatannya adalah Pekan Cipta Seni (dulu Pekan Seni Pelajar), salah satu program andalannya adalah Lomba Paduan Suara  untuk usia mulai 7 tahun sampai 17 tahun.

Demikianlah, Paduan Suara Jawa Timur terus melangkah menapaki masa depan  yang semakin terbuka, Semoga.

___________________________________________

*)Musafir Isfanhari: Seorang pensiunan PNS lulusan Akademi Musik Indonesia Yogyakarta sekaligus pelatih paduan suara, penulis aransement, pengamat dan penulis soal musik, tinggal di Surabaya.

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.