Profil Kepemimpinan Baru Taman Budaya Provinsi Jawa Timur

Kelahiran Taman Budaya Jawa Timur tak lepas dari kelahiran Taman Budaya seluruh Indonesia yang berawal dari buah kebijakan Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia era 1970-an. Direktur Jendral Kebudayaan pada waktu itu dijabat oleh Prof. DR. Ida Bagus Mantra dimana beliau terinspirasi ketika menyaksikan bahwa di negara lain banyak pusat-pusat kebudayaan dan kesenian yang begitu hidup dan berkembang marak. Fasilitas pendukungnya sangat bagus dan sangat lengkap seperti gedung pertunjukan, galeri seni rupa, teater terbuka, wisma seniman dan ruangan lokakarya yang sangat terpadu. Kenyataan ini mengilhami pemikiran beliau tentang pentingnya pusat kebudayaan dan kesenian agar didirikan di setiap Provinsi. Sekurangnya pusat-pusat kebudayaan itu dapat menjadikan etalase bagi kekayaan ragam seni budaya daerah di negeri ini.

Para pejabat baru yang menggawangi Taman Budaya Jawa Timur, dari kiri ke kanan : Hario Widyoseno, S.Sn., M.M. (Kepala Seksi Penyajian Seni Budaya), Agus Ramajanto, S.Sos., M.Si., (Kepala Taman Budaya ke-11), Ida Yoelianti, S.Sos., M.M. (Kepala Seksi Dokumentasi dan Publikasi Seni Budaya).

Tepat pada tanggal 20 Mei 1978 lahirlah Taman Budaya Jawa Timur yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada waktu itu DR. Daoed Joesoef, berbarengan secara serentak dengan 26 Taman Budaya di seluruh Indonesia. Taman Budaya Jawa Timur merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang kebudayaan yang bertanggung jawab langsung Kepada Direktorat Jendral Kebudayaan yang berkedudukan di Jakarta. Tugas Taman Budaya adalah melakukan peningkatan dan pengembangan kesenian, menyelenggarakan penyajian kesenian, melaksanakan pendokumentasian dan penginformasian seni budaya. Selanjutnya pada tahun 2001 Taman Budaya seluruh Indonesia ditempatkan dalam struktur Pemerintahan Daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Otonomi Daerah.

Beberapa kali Taman Budaya Jawa Timur mengalami pergantian kantor induk yang membidangi kebudayaan hingga pada akhirnya mulai 2011 sampai dengan sekarang Taman Budaya Jawa Timur menjadi Kantor Unit Pelaksana Teknis yang menangani kesenian dibawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Menapaki usianya yang ke 42 tahun Taman Budaya Jawa Timur telah dipimpin oleh 11 Kepala definitif sebagai berikut:

  1. Drs. Soetrisno R. (1978-1982)
  2. Drs. Abdul Rahim (1982-1986)
  3. Drs. M. Soeratno Wiriosoediro (1986-1988)
  4. D. Sali Soeprijadi, BBA. (1989-1994)
  5. Drs. Widjianto (1994-1999)
  6. Drs. Pribadi Agus Santoso, M.M. (2000-2008)
  7. MN. Mulyantari, SH. (2008-2009)
  8. Drs. Karsono, M.Pd. (2009-2011)
  9. Sinarto S.Kar., M.M. (2011-2011)
  10. Sukatno, S.Sn. M.M. (2011-2019)
  11. Agus Ramajanto, S.Sos., M.Si. (2020-sekarang)

Diantara nama-nama tersebut diatas ada beberapa pejabat yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) diantaranya: Drs. Noerimin (1988-1989), Drs. Liwung Sumarno (1999-2000), Drs. Edi Irianto, M.M. (2019-2020).

Ada sesuatu yang baru untuk diketahui bahwa Kepala Taman Budaya Jawa Timur yang ke-11 adalah Pejabat baru yang belum lama dilantik oleh Gubernur Jawa Timur beberapa waktu lalu. Berdasar Surat Petikan Keputusan Gubernur Jawa Timur  Nomor : 821.2/1770/204/2020 Tentang Pengangkatan dalam Jabatan maka per tanggal 18 April 2020 bertempat di Gedung Negara Grahadi, Kepala Taman Budaya ke-11, Agus Ramajanto S.Sos., M.Si. bersama beberapa calon pejabat eselon III di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucapkan sumpah dan janji di hadapan Gubernur, sebagai persyaratan wajib sebelum menduduki jabatan yang akan diemban. Sebelum dilantik menjadi Kepala Taman Budaya, Agus Ramajanto menduduki jabatan sebagai Kasubag Keuangan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Menjadi sebuah tantangan tentunya ketika bidang yang digeluti olehnya adalah bidang yang relatif baru dan nyaris tidak sama dengan sebelumnya. Selain Kepala Taman Budaya yang baru dua pejabat eselon IV juga mengalami pergantian yakni sbb:

  • Kepala Seksi Penyajian Seni Budaya yang semula dijabat oleh Kartika Widyawati, SE., MI.Kom. digantikan oleh Hario Widyoseno, S. Sn., M.M. yang semula menjabat sebagai Analis Seni Budaya di UPT. Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian.
  • Kepala Seksi Dokumentasi dan Publikasi Seni Budaya yang semula dijabat oleh Setija, SH. Digantikan oleh Ida Yoelianti, S.Sos., M.M. yang semula menjabat sebagai Kasubag TU. UPT. Lingkungan Hidup di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Perjalan panjang Taman Budaya Jawa Timur dalam kurun waktu 42 tahun banyak mengalami pasang surut, semua tidak lepas dari arah kebijakan yang dijalankan oleh para pejabat yang memegang kendali. Dengan formasi kepemimpinan baru diharapkan arah kebijakan mampu membawa angin segar perubahan bagi perkembangan dan kemajuan Taman Budaya ke depan. (san)

Sanjoto Prijo Djatmiko

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Satu tanggapan untuk “Profil Kepemimpinan Baru Taman Budaya Provinsi Jawa Timur

  • 20 Juni 2020 pada 14:24
    Permalink

    Taman Budaya Jatim, adalah kawah Candra dimuka nya seniman” Surabaya khususnya dan Jatim Umumnya. Salah satu event fenomenal yg senantiasa digelar dipanggung Terbukanya TBJT 40 tahun yg lalu, adalah Lomba Drama Lima Kota, dari event itulah lahir banyak tokoh Budayawan/Seniman, al. Prof. Sam Abd Pareno. Anang Hanani, Ratu Fajar, Meimura, Mulyadi Kartasaamita, Samsul Hadinata, dll. Dimasa yg lalu sanggar” kesenian juga meNdapat Kemudahan ut berlatih dan pentas di area TBJT. Kiranya kedepan dg tetap mengetangahkan Sinergi dg banyak pihak akan dapat mengembalikan kekuatan TBJT sebagai epizentrum Kebudayaan Jatim yg menjadi bagian dari Negara dan bangsa dalam pembentukan karacter.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.