Enam Grup Teater Terpilih Siap Unjuk Gigi di Gedung Kesenian Cak Durasim
Sebanyak dua belas grup teater dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti seleksi ketat yang digelar oleh UPT Taman Budaya Jawa Timur. Dari jumlah tersebut enam grup terbaik berhak melangkah ke babak pementasan di Gedung Pertunjukan Utama, setelah terlebih dahulu mengikuti seleksi ketat melalui audisi yang dikemas dalam tajuk Menejemen Talenta Teater 2026. Acara tersebut berlangsung selama 2 hari di Taman Budaya Jatim pada 11-12 Mei 2026.

Proses seleksi selain melalui video yang dikirim, ke-12 grup harus mempertanggungjawabkan naskah cerita yang akan mereka pentaskan. Setiap grup diwakili oleh 6 orang masing-masing sebagai sutradara, aktor/aktris, penata artistik, penata musik kemudian mempertanggungjawabkan judul naskah yang akan mereka pentaskan jika terpilih. Juri yang menyeleksi ke-12 grup tersebut diantaranya: Luhur Kayungga (Praktisi Teater), Deny Tri Ariyanti, S.Sn., M.Hum. (Dosen Jurusan Teater STKW Surabaya) dan Dr. Joko Winarko, S.Sn., M.Sn. (Dosen Sendratasik UNESA).
Dari proses seleksi yang berat dan ketat akhirnya lolos 6 grup teater yang berhak tampil di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur. Keenam grup yang berhasil lolos adalah Teater Studio Klampisan (Banyuwangi), Sedhet Srepet (Bojonegoro), Bengkel Seni Ujung (Sidoarjo), Teater Tombo Ati (Jombang), Teater Sendratasik(Kota Surabaya), dan Teater Wilwatikta (Kota Surabaya). Mereka akan tampil Tunggal di panggung utama Gedung Kesenian Cak Durasim setelah jadwal pentas ditentukan.
Yang menarik, penampilan mereka nanti tidak langsung digelar begitu saja. Keenam grup wajib mengikuti workshop intensif selama empat hari yang mulai pada 18-21 Mei 2026, dengan tajuk Menejemen Talenta Teater 2026 “Master Class”, di Taman Budaya Jatim. Mentor yang mendampingi ke-6 grup yang telah lolos seleksi masih tetap tiga juri yang telah menyeleksi 12 grup pada Menejemen Talenta Teater sebelumnya. Luhur Kayungga akan memberikan pendampingan pada persoalan penyutradaraan dan artistik, Deny Tri Ariyanti, S.Sn., M.Hum. pendampingan keaktoran dan tata rias/kostum sementara Dr. Joko Winarko, S.Sn., M.Sn. pendampingan pada musik iringan.

Seleksi dan workshop dijadikan satu paket dimaksudkan agar grup yang tampil di gedung pertunjukan benar-benar matang. Jadi bukan sekadar lolos seleksi, lalu pentas, tetapi ada proses penggemblengan agar kualitas pertunjukan mereka semakin tajam dan professional.
Naskah yang Kuat dan Jujur adalah fondasi bisa berupa naskah klasik yang diinterpretasikan ulang secara segar, atau naskah baru yang berani. Yang terpenting, naskah itu punya struktur dramatik yang kokoh, konflik yang jelas, serta dialog yang tidak menggurui, menggugah pikiran dan perasaan sekaligus.
Akting berkualitas bukan soal teriak paling keras atau tangis paling deras, tapi tentang kejujuran rasa, gestur, jeda, dan tatapan yang meyakinkan. Lebih dari itu, teater hebat hampir selalu merupakan kerjasama yang solid, tidak ada pemain yang “mencuri panggung” sendirian, semua saling mendukung membangun irama bersama.

Penyutradaraan yang Visioner kualitasnya tampak dari keberanian membuat pilihan artistik, membangun blocking yang bermakna, dan menciptakan harmoni dari semua elemen. Sutradara visioner tidak sekadar “memindahkan naskah ke panggung,” melainkan memberi ruh dan perspektif baru.
Tata Artistik yang padu dan konseptual bukan cuma dekorasi, tapi memperkuat ruang dramatik. Tata cahaya menjadikan “Aktor utama” tak terlihat yang membentuk suasana, fokus, dan transisi emosi. Tata musik dan suara setidaknya bisa membangun tekstur emosi tanpa mendikte perasaan penonton. Tata kostum dan rias berbicara tentang karakter bahkan sebelum dialog dimulai. Semua elemen itu harus satu napas, bukan pamer kemewahan yang lepas dari konteks cerita.
Teater berkualitas hampir selalu punya urgensi. Ia menyuarakan kegelisahan zaman, mempertanyakan kemapanan, atau menyentuh sisi paling sunyi dalam diri manusia. Penonton tidak hanya terhibur, tapi diajak berefleksi dan pulang membawa pertanyaan baru. Ia tidak takut bereksperimen dengan bentuk: realis, surealis, fisik, devised, site-specific, atau kolaborasi lintas disiplin. Tradisi dihormati, tapi inovasi tidak dihindari. Kualitas seringkali muncul dari upaya serius mengeksplorasi batas-batas ekspresi teater itu sendiri.

Semua tips-tips di atas disampaikan oleh para mentor yang mendampingi enam grup yang telah lolos seleksi sebagai bahan pembekalan pada Menejemen Talenta Teater 2026 “Master Class” agar performa pertunjukan yang akan mereka pentaskan nantinya menjadi lebih bagus sebagai bentuk sajian teater yang enak untuk diapresiasi. (sn)
