Berita

30 Dalang Muda Siap Gerakkan Gelombang Regenerasi Seni Wayang (Festival Dalang Muda Jawa Timur 2025)

Gairah seni tradisi wayang kulit di Jawa Timur kembali bergelora. Menyambut masa depan warisan budaya yang gemilang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Timur menggelar Festival Dalang Muda Jawa Timur 2025. Ajang bergengsi bagi para calon pengganti dalang yang memasuki masa tua ini telah mengumumkan daftar finalisnya. Dengan jumlah peserta sebanyak 30 dalang muda terpilih yang unjuk kebolehan. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada tanggal 17 -18 November 2025 bertempat di Gedung Kesenian Cak Durasim UPT. Taman Budaya Jawa Timur.

Prosesi Pembukaan (Foto dok. TBJT)

Festival ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah panggung strategis untuk menjawab tantangan regenerasi dalang. Tiga puluh peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur ini adalah bibit-bibit unggul yang telah melalui proses kurasi ketat, mewakili semangat baru dalam melestarikan dan menginovasi seni wayang.

Jumlah 30 peserta ini adalah angka yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap wayang masih sangat tinggi. Mereka adalah bukti bahwa wayang tidak ketinggalan zaman, tetapi justru menjadi medium yang relevan untuk menyuarakan gagasan-gagasan kekinian. Yang menarik adalah tampilnya dua dalang muda perempuan yakni Shafila Naila Agustin dari Kabupaten Ngawi dan Dyah Ayu Kusumaning Tyas  dari Kota Madiun.

Penampilan salah satu dalang perempuan dari Kabupaten Madiun (Foto Ddok. TBJT)

Festival Dalang Muda 2025 dirancang dengan format yang komprehensif. Ketiga puluh dalang tidak hanya ditantang untuk memainkan lakon-lakon klasik (pakem) dengan teknik pedalangan yang mumpuni, tetapi juga didorong untuk menampilkan kreativitas mereka. Aspek penilaian yang dijadikan penilaian mencakup:

  1. Teknik Pedalangan: Ketrampilan memainkan wayang, olah vokal (suluk), dan kepiawaian dalam memimpin iringan musik gamelan.
  2. Penghayatan Lakon: Kemampuan menyampaikan cerita dan karakter wayang dengan mendalam.
  3. Inovasi dan Kreativitas: Pendekatan baru dalam menyajikan lakon, termasuk penggunaan bahasa yang komunikatif dan penyisipan nilai-nilai aktual tanpa menghilangkan esensi tradisi.

Para peserta tampil di depan dewan juri yang terdiri dari Nanang HP (Pepadi Pusat Jakarta), Surono Gondo Taruno (Surabaya) dan Wejoseno Dwi Nugroho (Sukoharjo). Mereka tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga membimbing dan memberikan masukan berharga bagi perkembangan karier para dalang muda pada pengumuman nominasi dalang terbaik pada penutupan acara.

Para peraih penghargaan (Foto dok. TBJT(

Festival Dalang Muda Jawa Timur 2025 ini diharapkan menjadi katalisator bagi bangkitnya kembali minat terhadap seni wayang. Event ini terbuka untuk umum, dengan target penonton dari segala usia, khususnya generasi muda. Disiarkan langsung melalui kanal YouTube Cak Durasim milik UPT. Taman Budaya Jawa Timur.

Sepuluh dalang muda terbaik yang terpilih pada Festival Dalang Muda Jawa Timur 2025 ini adalah:

  1. Legowo/Kabupaten Ngawi
  2. Dyah Ayu Kusumaning Tyas/Kota Madiun
  3. Arif Wibowo Carito/Kabupaten Ngawi
  4. Wisnu Purboningrat/Kabupaten Jember
  5. Indra Danar Wijaya/Kabupaten Kediri
  6. Aldi Hamid/Kabupaten Trenggalek
  7. Bayu Marisco Putra/Kabupaten Jember
  8. Rahman Fatri/Kabupaten Mojokerto
  9. Haryo Adi Piyambodo/Kabupaten Mojokerto
  10. Valen Dyah P./Kabupaten Lamongan. (pr)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses