Pameran Lukisan Visual Art Exhibition “Move Art”
Sebuah pameran lukisan yang ideal bukan sekadar himpunan karya yang digantung berjejer di dinding. Tapi sebuah alam semesta kecil yang diciptakan ulang, sebuah narasi spasial yang dirancang untuk membimbing jiwa pengunjung. Ia adalah pertemuan yang intim antara visi seniman, kehendak kurator, dan persepsi penikmat.

Pameran lukisan ideal adalah sebuah simfoni yang dirangkai dari unsur visual, intelektual, dan emosional. Ia adalah tempat di mana kanvas-kanvas bisu menemukan suaranya melalui ruang yang diam. Ia adalah undangan untuk melihat, merasakan, dan berpikir, sebuah perjalanan singkat yang meninggalkan jejak abadi dalam ingatan dan jiwa. Ia membuktikan bahwa galeri yang sejati bukanlah empat dinding, melainkan ruang tak terbatas dalam diri setiap orang yang berani memasuki dan membiarkan dirinya terpukau.
Gerakan Perupa Antar Kota (GEPRAK) bekerjasama dengan Taman Budaya Jawa Timur menyelenggarakan Pameran Lukisan dengan tajuk Visual Art Exhibition “Move Art”. Diselenggarakan di Galeri Prabangkara Taman Budaya Jawa Timur pada 3 sampai dengan 10 Januari 2026. Sebanyak 53 perupa dari berbagai kota di Jatim turut memeriahkan pameran, menjadikannya salah satu pameran kelompok terbesar awal tahun 2026 ini yang berlangsung di Galeri Taman Budaya Jawa Timur.
Menurut Ketua Komunitas Geprak Jatim (GEPRAK), Muit Arsa tema Move Art atau Gerak Seni dipilih sebagai ajakan bagi para pelukis untuk terus bergerak dan berkarya. Semangat bergerak itu penting untuk menjaga geliat seni rupa agar tetap hidup dan berkembang. Tema ini diangkat untuk memotivasi dan menginspirasi para perupa agar terus berkarya. Harapannya, seni rupa di Jawa Timur semakin bergairah dan maju.

Dalam pameran ini, para pelukis menampilkan total 60 karya lukisan. Tidak ada batasan aliran seni yang ditentukan panitia. Ketua Komunitas Geprak Jatim, Muit Arsa, menjelaskan, tema Move Art atau Gerak Seni dipilih sebagai ajakan bagi para pelukis untuk terus bergerak dan berkarya. Menurutnya, semangat bergerak ini penting untuk menjaga geliat seni rupa agar tetap hidup dan berkembang. Tema ini diangkat untuk memotivasi dan menginspirasi para perupa agar terus berkarya sehingga seni rupa di Jawa Timur semakin bergairah dan maju.
Dalam pameran ini karya lukisan dipamerkan sebanyak 60 karya lukisan. Tidak ada batasan aliran seni yang ditentukan panitia. Beragam gaya dan pendekatan ditampilkan, mulai dari realis, naturalis, dekoratif, impresionis, hingga abstrak. Kebebasan berekspresi tersebut menjadi ciri khas pameran Geprak Jatim.
Bertindak selaku kurator pada pameran ini adalah Agus Kucink, salah satu kurator seni rupa di Surabaya yang sekaligus mengajar di Sekolah Tinggi kesenian Wilwatikta Surabaya dan Universitas Ciputra. Menurut kurator Agus Kucink, pameran ini berfungsi sebagai kronik visual, ia tidak hanya memotret keindahan, tetapi juga merekam bagaimana estetika tetap mampu tumbuh mekar di atas tanah industri yang gersang. Ia adalah bentuk perlawanan terhadap penyeragaman zaman. Sebuah upaya menjaga sisi spiritual manusia di tengah derap modernitas yang dingin. (sn)
