Gelar Sanggar Tari 2022

Taman Budaya Jawa Timur menaungi kurang lebih 16 Sanggar Seni yang ada di Kota Surabaya. Mayoritas Sanggar Seni yang dibina tersebut adalah Sanggar Tari. Sanggar-sanggar tersebut melatih anak didiknya di seluruh area milik Taman Budaya yang bisa dimanfaatkan. Mulai Senin s/d. Minggu semua sanggar punya jadwal masing-masing untuk beraktifitas. Dimulai pada jam 16.00 wib, aktifitas sampai dengan selesai. Karena pandemi Covid-19, hampir 2 tahun sanggar-sanggar itu tidak bisa beraktifitas karena harus mengikuti aturan yang berlaku. Taman Budaya selama 2 tahun menyelenggarakan pergelaran dengan cara virtual, praktis seluruh aktifitas berkesenian di seluruh Taman Budaya menjadi vakum, termasuk sanggar seni semua tidak diperbolehkan beraktifitas untuk menghindari kerumunan.

Seiring dengan mulai meredanya pandemi sejak 2022 kegiatan berkesenian di Taman Budaya mulai bergeliat. Karena Pemerintah mulai mengijinkan aktifitas berkesenian walau masih dengan protokoler. Sanggar-sanggar mulai diperbolehkan beraktifitas kembali di kompleks Taman Budaya. Dan pada tahun ini pula Taman Budaya memfasilitasi Sanggar Tari untuk unjuk kebolehan di panggung kesenian yang dipasang di Pendapa Jayengrana. Program baru yang dimunculkan oleh Tamam Budaya itu adalah Fasilitasi Sanggar Seni yang ada di Taman Budaya Jawa Timur.

Gelar perdana dilaksanakan pada Minggu, 20 Maret 2022 bertempat di Pendapa Jayengrana. Reportoar tari yang ditampilkan pada gelar seni tersebut adalah: TARI NUSANTARA CERIA,dari Sanggar STUDIO TYDIF. Tari Nusantara Ceria merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan kebhinekaan budaya gerak nusantara yang beraneka ragam tetapi tetap menyatu membentuk karakter sendiri sebagai ungkapan identitas budaya bangsa. Tarian ini dapat sebagai pembelajaran bentuk pengenalan unsur gerak dasar tarian nusantara pada anak-anak atau pra remaja.

TARI JARAN MONEL, dari Sanggar Sekar Tanjung. Tari Jaran Monel menggambarkan Karakter yang sigrak dan semangat. Serta Pembawaan yang lucu dan unik dalam bentuk gerak dan teknik geraknya memberikan ciri dan gaya yang identik.

TARI GLIPANG, dari Sanggar Goemoek. Tari Glipang adalah tarian tradisional yang bercerita tentang gagahnya seorang kesatria yang seolah sedang latihan, tarian hasil perpaduan antara budaya Islam dan Jawa di Probolinggo. Tarian ini menggambarkan kehidupan sehari-hari telah berkembang di tengah kehidupan masyarakat Probolinggo dari sejak lama.

TARI TING-TING-TONG, dari Sanggar Sekar Tanjung. Tarian ini menggambarkan sekelompok anak-anak yang sedang bermain dolanan bersama dengan lincah dan gembira

TARI RAMPAK IRING, dari Sanggar Candik Ayu. Tari Rampak Iring adalah sebuah tari kreasi baru bernapaskan Islami yang diangkat dari kesenian Melayu yang tumbuh dan berkembang di pesisir pantai. Tarian yang lemah gemulai ini diiringi musik tabuhan gendang dan rebana.

TARI THAHARAH, dari Sanggar Candik Ayu. Karya tari Thaharah merupakan manifestasi dari sikapmanusia agar selalu beribadah kepada Tuhan, dengan ketaatan manusia mampu menjaga diri dan membentangi diri dari perbuatan yang dimurkai oleh Sang Pencipta. Thaharah menurut bahasa Lughow berarti bersuci, membersihkan diri dari kotoran hissiyah yang artinya menempel di hati. Adapun istilah thaharah menurut istilah syar’I adalah berbuat sesuatu dalam laku hidupnya agar senantiasa melaksanakan ibadah. Karena sejatinya manusia diciptakan untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

TARI NGGANONG, dari Sanggar Sekalendra. Sebuah ungkapan untuk meniru atau rasa ingin menyampaikan ulang nilai atau makna dibalik Ganong. Dimana topeng ini berbentuk wajah yang buruk. Namun terlepas dari penggambaran fisiknya yang buruk sosok tokoh Bujang Ganong memiliki kesaktian yang luar biasa.

TARI REMISE KENJERAN, dari Sanggar Sekar Tanjung. Pesisirku adalah rumahku. Remis, kerang kecil yang setiap hari menemaniku bermain bersama temanku. Pasir dan air pantai, remis, matahari adalah sahabatku. Semangatku terus membara.(Teriak seperti orang berjualan) “ Ayo rek podo budal, remise remise .. Monggo monggo tumbas remis. Tarian ini menggambarkan kehidupan para penjual Remis di Kawasan Kenjeran Surabaya. Remis adalah sejenis keras kecil-kecil yang masyarakat Surabaya biasa menyebutnya Kupang.

TARI LABAS SAMYA SOEROBOYO, dari Sanggar Indah Art Community. Merupakan tarian khas dari kota Surabaya. Ketua Yayasan Bina Tari Surabaya sekaligus seniman senior Jawa Timur, Bapak Tri Broto Wibisono, S.Pd. mengatakan, tari tersebut adalah tari rakyat Suroboyoan. Namun, tari rakyat yang satu ini, bukan dari jenis tradisional. “Tari Labas Samya ini adalah jenis tari kreatif. Hasil karya seniman-seniman tari Surabaya, yang termasuk di dalamnya adalah seniman ASPELTAJ” ungkapnya. LABAS SAMYA  diambil dari bahasa Jawa. Labas adalah salah satu istilah pada tari Ngremo, yaitu berjalan. Gerakan labas itu sendiri sebenarnya ada di hampir semua jenis tarian Jawa Timur., sedangkan istilah Samya (Jawa: samio) berarti bersama-sama atau beramai-ramai.  Namun, ada unsur inti tari LABAS SAMYA SOEROBOYO  yang hendak disampaikan, yaitu spirit atau semangat penarinya. Orang Surabaya, dia yakinkan, kesannya riang dan lincah. “Spirit itulah sebagai pesan utamanya. Tari LABAS SAMYA SOEROBOYO ini juga merupakan festival tahunan yang diadakan  team ASPELTAJ Surabaya.

LINE DANCE ASPELTAJ (flashmop), dari Sanggar ASPELTAJ Surabaya. Line Dance adalah sejenis “olah raga” dansa yang berupa rangkaian langkah yang membentuk suatu koreografi dan digerakan pada sejumlah . Banyak yang mengatakan bahwa Linedance bukanlah sekedar tarian. Linedance adalah sebuah olahraga tarian karena banyaknya kalori yang dibakar, sehingga tubuh tetap fit dan sehat.

TARI GREGET SAWUNGGALING, Dari Sanggar SITC-PIEMS. Karya tari Greget Sawunggaling adalah bentuk dramatari yang memiliki fokus karya berupa nilai kepahlawanan dalam cerita rakyat Sawunggaling. Menurut cerita yang berkembang, Sawunggaling adalah seorang Adipati Surabaya yang jujur, gagah, dan berani. Sawunggaling merupakan putra dari Dewi Sangkrah dan Adipati Jayengrono. Sawunggaling menjadi sosok yang babat alas (membuka lahan) kota Surabaya bagian barat. Dia juga membuat Belanda marah karena membunuh banyak pasukan Belanda, sementara Belanda tidak mampu menangkapnya. Penyajian karya tari Greget Sawunggaling bertujuan untuk menemukan pola garap sebuah tari bercerita, kelompok, dan penggabungan antara segala macam unsur-unsur pendukung melalui pengungkapan nilai kepahlawanan pada tokoh Sawunggaling dalam karya dramatari yang berbentuk visual dan audio.

TARI MOJANG PRIANGAN, dari Sanggar Ananda. Tari Mojang Priangan merupakan salah satu tari pergaulan yang bersumber dari seni tari jaipong. Tari jaipong sendiri sudah banyak dikenal orang-orang sebagai salah satu kesenian khas tanah sunda. Tarian ini berasal dari dua kata yaitu Mojang yang artinya gadis atau perempuan yang belum menikah dan Priangan merupakan nama gabungan dari beberapa daerah di Jawa Barat.

TARI POJOK PASAR KEMBANG, dari Sanggar STUDIO TYDIF. Suasana sisi kehidupan di Pasar Kembang, salah satu pasar tradisional di tengah kota Surabaya. Tarian ini mengungkapkan kerja keras, semangat, keceriaan, kegalauan wanita penjual di pasar yang mencari kehidupan demi sesuap nasi. Masyarakat pasar kota Surabaya lekat dengan kehidupan masyarakat urban yang biasanya berasal dari daerah Madura, sehingga  berpengaruh pada karakter gerak dan nuansa musik yang mengiringi pada tarian ini.

CRY FOR ME DANCE, dari Sanggar Indah Art Community. Dance atau tarian modern yang mengekspresikan tentang kemarahan dengan kesedihan dan air mata, gerakannya sangat dinamis.

TARI KEMBANG PEGON, dari Sanggar Candik Ayu. Warna-warni bunga rontekku adalah seribu asa yang menjulang. Semerbak melati adalah harumnya kesucian tekat dan kesetiaan. Halusnya suteraku adalah tirai kalbuku yang tak pernah kusut.

TARI PESONA DEWI MANGROVE, dari Sanggar STUDIO TYDIF. Sebuah karya tari yang memunculkan pesona indah mangrove, berkat hasil kebersamaan, gotong royong masyarakat sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kota Surabaya. Seorang dewi pada tarian ini menggambarkan seorang wanita yang menjadi pencetus ide budidaya mangrove yang kini telah dijadikan destinasi wisata baru di Surabaya. (sn)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.