Pergelaran

Ganesha Kalajaya, Lakon Wayang Kulit Pertama Pentas di Taman Budaya Jatim

Bertempat di Pendapa Jayengrana Taman Budaya Jawa Timur pada Sabtu, 11 Maret 2023 diselenggarakan pegelaran wayang kulit dengan lakon “Ganesha Kalajaya” yang dibawakan oleh Dalang Ki Tantut Sutanto dari Kabupaten Malang. Acara seremonial pergelaran wayang kulit dengan lakon “Ganesha Kalajaya” dimulai pada pukul 20.00 wib.

Penyerahan tokoh wayang Ganesha oleh Kadisbudpar Prov. Jatim Dr. Hudiyono, M.Si. kepada Dalang Ki Tantut Sutanto sebagai simbolisasi pergelaran wayang kulit dimulai (foto dok. TBJT)

Pergelaran dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Dr. Hudiyono, M.Si. Dalam sambutannya Kadisbudpar Prov. Jatim berharap bahwa budaya tradisional wayang kulit bisa tetap terjaga kelestariannya sebagai jati diri bangsa yang luhur. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur melalui Taman Budaya akan selalu mensupport dan mendukung semua kegiatan kesenian dan kebudayaan yang ada di Jawa Timur, khususnya yang ada di kota Surabaya sebagai barometer kegiatan seni budaya yang ada di Jawa Timur.

Tampak hadir pula pada pergelaran wayang kulit ini Dr. Rasiyo M.Si. (mantan Sekdaprov. Jatim), Sinarto, S.Kar. M.M. (Ketua Pepadi Jatim yang juga mantan Kadisbudpar Jatim) dan perwakilan dari komunitas Tunggak Jati Nuswantoro Syaifudin selaku Sekjen. Serta tak ketinggalan para penonton yang memenuhi tempat duduk yang disediakan panitia yang nyaris tidak ada yang kosong. Tampak pula para penonton yang duduk di hamparan rumput menghadap layar lebar video yang disender. Yang terlihat sangat menggembirakan adalah banyaknya milenial yang ikut serta menyaksikan pergelaran ini.

Adegan pembuka, bedhol gunungan (Foto dok. TBJT)

Dalang Ki Tantut Sutanto memang punya lumayan banyak penggemar baik di daerah Jatim maupun Jateng, dengan ciri gaya sulukan mirip sekali dengan gaya sulukan Ki Anom Suroto dalang kondang dari Kota Surakarta. Lakon yang diusung oleh Ki Tantut Sutanto boleh dikatakan merupakan salah satu lakon wayang kulit yang pertama kali dibawakan di Pendapa Jayengrana Taman Budaya Jatim. Sejak era reformasi memang belum pernah ada lakon seperti ini dipentaskan oleh seorang dalang.

Ada satu penampilan menarik pada adegan Limbukan, yakni ikut naiknya Dr. Rasiyo, M.Si. (mantan Sekdaprov. Jatim) didampingi Kadisbudpar Jatim ke atas panggung pertunjukan. Pak Rasiyo ikut menyumbangkan sebuah tembang dengan judul “Caping Gunung” yang menjadi salah satu tembang favoritnya. Pak Rasiyo sejak menjabat di Sekdaprov. Jatim memang telah menjadi penggemar dari Dalang Ki Tantut Sutanto. Tiap kali Ki Tantut pentas di lingkup Pemprov. Jatim sering hadir untuk menyaksikan, karena gaya mendalang Ki Tantut yang sangat mirip sekali dengan gaya Ki Anom Suroto yang merupakan dalang idola pak Rasiyo.

Lakon “Ganesha Kalajaya” mengisahkan tentang perjalanan hidup tokoh Ganesha dalam dunia pewayangan. Batara Ganesha (terkadang ditulis Ganesya) disebut juga Batara Ganapati atau Batara Gana. Dalam Mytologi Hindu Dewa Ganesha dianggap sebagai Dewa Pendidikan, Sastra dan Penyebar Ilmu Pengetahuan. Ia adalah anak Batara Guru dari Dewi Umaranti yang tinggal di kahyangan Glugutinatar.

Empat Pesinden yang menjadi wiraswara pada pergelaran wayang kulit (Foto dok. TBJT)

Batara Ganesa lahir tidak dalam bentuk manusia, melainkan dalam ujud menyerupai gajah, lengkap dengan gading dan belalainya. Hal ini terjadi karena sesaat setelah Batara Guru dan Dewi Umaranti saling bercumbu kasih, para dewa datang menghadap. Di antara mereka yang datang menghadap adalah Batara Endra yang mengendarai Gajah Airawata. Gajah itu luar biasa besar sehingga membuat takjub dan kaget Dewi Umaranti yang saat itu lagi mengandung. Karena ketakjubannya itu maka kemudian Dewi Umaranti melahirkan putera yang bentuk dan wajahnya mirip sekali dengan gajah.

Namun bayi gajah Ganesa ternyata memiliki kesaktian yang luar biasa. Ia dapat mengalahkan raja raksasa Nilarudraka dari kerajaan Glugutinatar yang datang menyerbu kahyangan. Ketika itu raja raksasa gandarwa itu mengamuk karena lamarannya pada Dewi Gagarmayang ditolak. Setelah dikalahkan, Glugutinatar dijadikan kahyangannya. Ketika Batara Guru sedang bertapa di Gunung Meru, kahyangan diancam bahaya karena raja raksasa Nilarudraka dan Patih Senarudraka hendak menyerbu. Batara Narada membagi tugas, Batara Kamajaya disuruh membangunkan Batara Guru dari tapanya, sedang dewa lainnya diperintahkan menghadang serbuan musuh.

Dr. Rasiyo, M.Si didampingi Kadisbudpar Prov. Jatim ikut meramaikan suasana pada adegan Limbukan, Menyanyikan tembang Caping Gunung (Foto dok. TBJT)

Tugas Batara Kamajaya ternyata tidak mudah, karena Batara Guru tidak mau menghentikan tapanya. Kamajaya lalu menggunakan panah pusaka Cakrakembang, yang jika dilepaskan berubah ujud menjadi ribuan bunga. Setelah terkena Cakrakembang, Batara Guru marah dan dari matanya yang ketiga (Batara Guru memiliki tiga mata), keluar cahaya yang amat panas, membakar hangus Batara Kamajaya. Kematian Batara Kamajaya menyebabkan istrinya, Batari Kamaratih sedih. Ia menuntut agar suaminya dihidupkan kembali. Akhirnya Batara Kamajaya dihidupkan kembali oleh Batara Guru dengan tetesan Tirta Amerta.

Suatu saat Batara Endra pergi ke Kahyangan Jonggringsalaka, mengendarai gajah raksasa bernama Airawata. Dewi Uma sedang mengandung tua, terkejut dan takut melihat gajah seperti itu, dan lari ke pelukan Batara Guru. Tak lama antaranya bayi yang dikandung lahir, berujud manusia berkepala gajah. Batara Guru menamakannya Batara Ganesha. Karena para dewa kewalahan menghadapi kesaktian Prabu Nilarudraka dan Patih Senarudraka, Batara Narada menyarankan agar Batara Ganesha diperintahkan maju ke medan perang. Batara Guru setuju. Ternyata Batara Ganesha sanggup membunuh Nilarudraka dan Senarudraka. (sn)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.