Talented Young Art : Menggali Bakat Seniman Muda Jawa Timur
Bakat seniman muda merupakan potensi besar yang dimiliki oleh anak-anak dan remaja dalam dunia seni. Mereka memiliki kemampuan kreatif dan imajinatif yang luar biasa, yang dapat dikembangkan menjadi karya seni yang menakjubkan. Taman Budaya Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya coba menggali bakat para seniman muda untuk ditampilkan di Gedung Kesenian Cak Durasim.
Pergelaran dengan tajuk “Talented Young Art”, berlangsung selama 2 hari yakni 26 – 27 Juli 2025 di Gedung Kesenian Cak Durasim. Hari pertama ditampilkan 4 karya komposisi musik gamelan para mahasiswa STKW Jurusan Karawitan, dan pada hari kedua 5 karya tari karya tari para mahasiswa Jurusan Tari STKW surabaya. Pada hari pertama Komposisi musik yang ditampilkan diantaranya adalah: “Rhapsodi Byung” karya Atallah Oktifanzha; “Ronce Nan Jinèman” karya Gigih Permadi; “Jazz Using” karya Zulfikri Eka Yahya dan “Jhegger-Jheggur” karya Maulana Hasbi Assidiqi Ali.

Hari kedua ada 5 karya tari yang ditampilkan diantaranya: 1. “Ketan Intip”, Koreografer: Alfenia Septiani Widyana Karya tari ini terinspirasi dari sosok Mbah Tami yang terkenal sebagai juru masak pada Tradisi Ketan Intip Di Kampung Dinoyo Surabaya. Mbah Tami seorang perempuan tua yang sudah menjadi garis keturunan sebagai juru masak pada Tradisi Ketan Intip. Semangat Mbah Tami yang tak lekang oleh masa menjadi daya tarik utama dalam garap karya. Di dalam tubuh rentanya Mbah Tami tetap merajut asa melestarikan Tradisi Ketan Intip, sembari menunggu generasi selanjutnya yang entah kapan datangnya. Kegelisahan Mbah Tami akan lestarinya tradisi ini menjadi konflik utama dalam garap karya, ibarat tali yang disimpul mati, perjuangan Tami seperti berakhir karena tak ada generasi yang di warisi. Ketan Intip merepresentasikan sebuah tanggung jawab yang diemban oleh satu garis keturunan. “Tak ada hidup yang abadi, begitupun tubuh ini. Kupikul tanggung jawab ini hingga hayat yang mengakhiri”.

2. “Njaran”, Koreografer: Zarqun Aura Arinda Sebuah karya tari yang terinsipirasi dari Kesenian Jaranan Sentherewe Tulungagung. Karya tari ini mengekspresikan nilai sosial manusia yaitu ‘kerja keras’. Karakter yang kuat dan lincah seekor kuda mencadi acuan gerak koreografer dalam memvisualkan garapan dengan melakukan pengembang dari beberapa ragam yang ada didalam Kesenian Jaranan Sentherewe. Dalam karya Njaran mengingatkan kita bahwa dalam perjalanan hidup manusia harus memiliki niat atau kerja keras yang tinggi untuk mencapai sesuatu tujuan tersebut.
3. “PratighaDharmapatni”, Koreografer: Marcella Lidya Cyntia Dewi Kusdiarto Kehidupan istana yang dahulu tampak megah kini berganti menjadi lautan kekecewaan. Tuduhan akan praktik ilmu hitam yang dituding sebagai penyebab wabah mematikan menjatuhkan nama baik Mahendradatta. Ia disingkirkan dan dijauhkan dari kekuasaan. Terluka oleh kemarahan, Mahendradatta mengadu pada Dewi Durga, memohon kekuatan untuk menebar kutukan sebagai balas dendam. Di tengah reruntuhan yang ia lahirkan sendiri, Mahendradatta mulai melihat. Amarah yang membakar telah menumbuhkan kesedihan yang lebih dalam. Kesadarannya bangkit—bahwa dendam tak pernah membawa keadilan, hanya memperpanjang penderitaan.

4. “Nunjang Palang”, Koreografer: Dwi Wahyu Bagas Saputra Cerita ini bermula dari prahara cinta, rasa kasih dan sayang yang hadir begitu besar dalam jiwa, cinta yang diharapkan tetapi tidak dapat untuk diwujudkan, pengorbanan atas meleburnya jati diri ku akan menjadi awal dari permasalahan. Dendam amarah ini akan terus membara.
5. “Mithulung”, Koreografer: Moh. Jaenal Arifin Berangkat dari sebuah perjalanan kisah hidup seorang pendekar sakti yang gagah dan berani, dimana memiliki kebiasaan suka menolong terhadap sesama. Keberaniannya untuk membantu menunjukkan nilai heroisme dari kekuatan dan keteguhan hati, kepedulian membuatnya selalu memperhatikan serta memahami kebutuhan dan kesulitan di sekitarnya. Namun, hal itu justru menjadi konflik pada dirinya, karena kebiasaannya tersebut di salah gunakan menjadi perbuatan buruk oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga dirinya terjebak dan terkambing hitamkan sampai merelakan perjalanan hidupnya.

Dengan dukungan dan bimbingan yang tepat, bakat seniman muda dapat berkembang menjadi karya seni yang luar biasa dan memberikan kontribusi pada dunia seni. Selain itu, bakat seniman muda juga dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran, serta menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan minat. Dengan demikian, penting untuk terus mendukung dan memfasilitasi perkembangan bakat seniman muda. Dari pergelaran yang ditampilkan oleh para seniman muda tersebut diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi perkembangan seni di Jawa Timur. Selain itu ada beberapa point penting yang bisa dipetik diantarannya adalah: 1. Meningkatkan kreativitas dan imajinasi; 2. Mengembangkan kemampuan ekspresi diri; 3. Membangun kepercayaan diri dan keberanian; 4. Membuka peluang untuk berkarir di dunia seni. (sn)
