Pergelaran

The Land of Reognesia Part 2

Taman Budaya jawa Timur kembali menggelar pertunjukan Gelar Seni Purnama Reog Ponorogo  untuk yang kedua kalinya dengan mengusung tema “The Land of Reognesia Part 2”. Memang baru dilaksanakan untuk yang kedua kalinya setelah pada tahun 2022 sebelumnya diselenggarakan untuk yang pertama kalinya. Pergelaran dilaksanakan di panggung terbuka Taman Budaya Jawa Timur pada Jum’at 26 Mei 2023. Tampak hadir pada pergelaran tersebut mantan Sekdaprov Jatim Dr. Rasiyo M.Si. yang ikut serta menyaksikan pergelaran yang berlangsung selama hampir satu setengah jam.

Turut hadir mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Rasiyo M.Si. (kiri) didampingi Kadisbudpar Jatim Dr. Hudiyono, M.Si. (Foto dok. okto TBJT)

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Dr. Hudiyono, M.Si.Dalam sambutannya kadisbudpar Jatim menyampaikan bahwa Reog Ponorogo merupakan kesenian khas daerah Ponorogo yang suatu saat akan punah atau diklaim negara lain apa bila tidak ada campur tangan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan kesenian tersebut.  Kadisbudpar Jatim berharap bahwa masalah pelestarian seni budaya khususnya Reog Ponorogo menjadi tanggung jawab bersama, baik pelaku seni, masyarakat,dan juga pemerintah. Jangan sampai terulang seperti dulu warga negara lain yang bukan merupakan kesenian khas daerah mereka malah mau melestarikan budaya masa lalu itu. Semua itu bisa berdampak munculnya kontroversi kalau negara tetangga mulai mengakui kesenian khas daerah kita.

Kadisbudpar Jatim berkesempatan duduk di atas kepala barongan reog setelah membuka acara (Foto dok. okto TBJT)

Reog sendiri sudah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 16 Desember 2013. Kemudian Pemerintah Republik Indonesia sudah mengajukan kesenian Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai WBTB milik Indonesia pada 18 Februari 2022 dan menunggu sidang untuk ditetapkan sebagai warisan milik dunia.

Gelar Purnama sendiri merupakan kegiatan yang memiliki nilai praktis dan strategis dalam pelestarian serta pengembangan kesenian reog dan jaranan di Jawa Timur. Terlaksananya kegiatan gelar purnama bagi provinsi Jawa Timur merupakan bukti peningkatan fungsi pelayanan masyarakat sebagai ruang penciptaan apresiasi seni dan khususnya proses berkarya bagi para seniman.Taman Budaya Jawa Timur selaku unit pelaksana teknis yang menangani pergelaran kesenian di Jawa Timur mencoba mengangkat kesenian reog yang merupakan program fasilitasi yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Jawa Timur.

Kelono Sewandono mengalahkan amukan Singo Barong (Foto dok. okto TBJT)

Tak hanya reog yang dipergelarkan di panggung terbuka tapi juga kesenian jaranan yang merupakan kesenian asli Jawa Timur. Sajian reog yang ditampilkan lebih mendekati bentuk reog festival yang dimainkan di atas panggung terbuka. Sedangkan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan menyebarluaskan potensi seni budaya, sebagai penyangga kebudayaan nasional dan lebih mempererat jaringan komunitas reog dan jaranan terutama yang berada di kawasan Gerbangkertasusila. Seperti tujuan di awal yang ingin menjadikan budaya Jawa Timur agar dikenal dan dicintai masyarakat maka beberapa komunitas seni ini dilibatkan dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah Komunitas Purboyo, Komunitas Reog Singo Mangku Joyo, Komunitas Jaranan Aulio Utomo, Komunitas Junjung Drajat Sekar Tinandu.

Arak-arakan (Foto dok. okto TBJT)

Kepada UPT. Taman Budaya Jawa Timur Ali Ma’rup, S.Sos., M.M. dalam laporan pertanggung jawabannya mengatakan bahwa kegiatan Gelar Seni Purnama Reog Ponorogo merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk menjaga dan melestarikan budaya Jawa Timur,selain itu juga agar dapat membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya Jawa Timur yang dimiliki serta menjaga eksistensi budaya dari klaim pihak luar.

Formasi jaranan laki-laki perempuan (Foto dok. okto TBJT)

Antusiasme penonton yang menghadiri dan menyaksikan Pergelaran Reog Purnama ini sangat luar biasa. Hampir seluruh area di seputaran panggung terbuka dipenuhi oleh penonton. Kursi yang disediakan panitia tak bisa menampung secara keseluruhan jumlah penonton yang hadir, tak sedikit penonton yang duduk di lantai bawah seputaran panggung terbuka untuk menyaksikan dan mengapresiasi pertunjukan kesenian yang sudah membumi di Jawa Timur ini. (sn)

Seksi Dokumentasi Publikasi

Staff Pada Seksi Dokumentasi Dan Publikasi UPT Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Jabatan Pelaksana : Penyusun Bahan Publikasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.